Berita

Potongan video viral ledakan yang diduga berasal dari bom sisa peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kabupaten Biak Numfor, Minggu 31 Mei 2026 (Foto: Istimewa)

Presisi

Tragedi Ledakan di Biak: Lima Kehilangan Nyawa, Tiga Masih Hilang

SENIN, 01 JUNI 2026 | 10:19 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Sedikitnya lima orang meninggal dunia akibat ledakan yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu 31 Mei 2026 sekitar pukul 14.45 WIT.

Ledakan terjadi di area bawah salah satu rumah panggung di kompleks tersebut. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi menjadi korban dalam peristiwa itu.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Saat ini, kata dia, fokus utama aparat adalah penanganan korban, evakuasi, serta pengamanan lokasi kejadian.


"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan korban, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi kejadian. Personel di lapangan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh korban dapat segera ditemukan dan mendapatkan penanganan yang diperlukan," ujar Cahyo dalam keterangan resmi, Senin 1 Juni 2026. 

Dari lima korban meninggal dunia, empat jenazah telah dievakuasi ke RSUD Biak, sedangkan satu korban lainnya dibawa ke RSAL Biak.

Sementara itu, tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi ledakan.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut juga menyebabkan kerusakan berat pada sedikitnya enam rumah yang berada di sekitar titik kejadian.

Pasca-ledakan, aparat gabungan melakukan sterilisasi dan pengamanan area guna mengantisipasi kemungkinan masih adanya benda berbahaya lain di lokasi.

"Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses pencarian korban dan penyelidikan selesai dilakukan," kata Cahyo. []

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya