Berita

Ilustrasi

Politik

Intrik Menuju Munas HIPMI, Muncul Isu Intimidasi dan Protes Tuan Rumah

MINGGU, 31 MEI 2026 | 21:50 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Beragam intrik mewarnai internal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) yang akan berlangsung di Lampung. 

Kurang lebih sepuluh hari menuju hari-H, kabar persaingan tidak sehat dan berbagai konflik internal organisasi pengusaha muda ini justru semakin terkuak ke publik.

Situasi yang tidak kondusif ini memicu kekhawatiran dari berbagai pihak mengenai netralitas pelaksanaan acara terbesar HIPMI tersebut. 


Perebutan kursi nomor satu di organisasi ini kini berada dalam tensi yang sangat tinggi.

Salah satu pemicu utama memanasnya situasi adalah penolakan keras terhadap pemilihan Lampung sebagai tuan rumah Munas. 

Protes ini datang dari tiga kubu calon ketua umum, yaitu Reynaldo Bryan (Nomor 1), Afifuddin S. Kalla (Nomor 3), dan Anthony Leong (Nomor 4). Mereka menilai ada indikasi keberpihakan dari panitia dalam menentukan lokasi acara.

"Kami melihat ada kejanggalan dalam pemilihan lokasi ini. Penunjukan Lampung sebagai tuan rumah Munas sangat sarat kepentingan," ujar salah satu sumber terpercaya yang mengaku mengetahui jalannya rapat internal organisasi, dikutip Minggu 31 Mei 2026.

Menurut sumber tersebut, penolakan dari mayoritas kandidat ini seharusnya menjadi bahan evaluasi total bagi panitia pengarah agar tidak menciptakan iklim kompetisi yang cacat sejak awal.

Bukan hanya berhenti pada penolakan fasilitas penunjukan lokasi. Pertarungan politik tingkat tinggi ini terindikasi tercoreng oleh tindakan intimidasi yang tidak profesional antar-sesama pengurus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang pengurus pusat berinisial AA diduga kuat melakukan aksi pengancaman. 

AA dikabarkan mengirimkan pesan bernada intimidasi kepada pengurus lain berinisial MB.

"Tindakan intimidasi itu sangat nyata. AA melontarkan kalimat-kalimat ancaman, baik di dalam grup WhatsApp (WAG) resmi organisasi maupun melalui pesan teks pribadi langsung ke MB," lanjut sumber yang sama.

Sumber itu menekankan, cara-cara intimidatif seperti ini dapat merusak marwah HIPMI sebagai wadah para pengusaha yang mengedepankan etika dan profesionalisme.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya