Berita

Barang bukti obat keras siap edar. (Foto: istimewa)

Hukum

Berkedok Toko Kosmetik

Ribuan Obat Keras Ilegal Siap Edar Digerebek di Juanda Jakpus

MINGGU, 31 MEI 2026 | 15:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Praktik peredaran obat keras ilegal yang beroperasi di balik kedok toko kosmetik berhasil dibongkar Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Pusat. Dalam penggerebekan di kawasan Juanda, Sawah Besar, polisi menyita ribuan butir obat keras siap edar dan menangkap dua pria yang diduga menjadi pengedar.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E P Hutagalung mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran obat-obatan ilegal di kawasan Juanda.

"Kami bergerak cepat menindaklanjuti informasi dari masyarakat terkait dugaan peredaran obat keras ilegal di wilayah Juanda. Dari hasil penyelidikan, anggota berhasil mengungkap lokasi yang digunakan sebagai tempat penjualan obat-obatan tersebut," kata Kombes Reynold kepada wartawan, Minggu, 31 Mei 2026.


Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian menggerebek sebuah toko kosmetik di Jalan Juanda IV Nomor 55, Pasar Baru, Sawah Besar, pada Sabtu, 30 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap dua tersangka berinisial M (41) dan MY (26). Dari tangan keduanya, petugas menyita 157 butir tramadol, 1.190 butir hexymer, 100 butir trihexyphenidyl, 85 butir alprazolam, uang tunai hasil penjualan sebesar Rp1.889.000, tiga bundel plastik klip kecil, serta dua telepon genggam.

Kombes Reynold menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi para pelaku peredaran narkoba maupun obat keras ilegal yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda.

"Peredaran obat keras ilegal sangat berbahaya karena dapat disalahgunakan dan merusak generasi muda. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkoba maupun obat-obatan terlarang di Jakarta Pusat," tegas Kombes Reynold.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Wisnu Setiyawan Kuncoro menjelaskan, para pelaku sengaja menyamarkan aktivitas haramnya dengan membuka toko kosmetik agar tidak mengundang kecurigaan masyarakat maupun aparat.

"Dari hasil pemeriksaan awal, toko tersebut dijadikan kedok untuk menjual obat keras ilegal kepada pembeli. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan ribuan butir obat keras siap edar," kata AKBP Wisnu.

Menurut Wisnu, pihaknya kini masih memburu pemasok dan menelusuri jaringan yang memasok obat-obatan tersebut ke para pelaku.

"Kami masih mendalami asal barang dan jaringan distribusinya. Tidak menutup kemungkinan ada jaringan lain yang terlibat dalam peredaran obat keras ilegal ini," ujarnya.

Saat ini kedua tersangka telah ditahan di Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat. Mereka dijerat Pasal 435 subsider Pasal 436 Ayat 2 UU 17/2023 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dalam UU 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Polisi juga meminta masyarakat aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan narkoba maupun peredaran obat-obatan ilegal melalui layanan kepolisian 110.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya