Berita

MV Wantai sandar di dermaga IPC TPK, Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: Humas IPC TPK)

Bisnis

IPC TPK Perkuat Konektivitas Perdagangan Indonesia-China

MINGGU, 31 MEI 2026 | 06:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran arus logistik internasional melalui pelayanan maiden voyage kapal MV Wantai yang dioperasikan X-Press Feeders. 

Kehadiran layanan baru South China Java X-Press (SCJX) ini  menjadi maiden voyage internasional pertama yang dilayani IPC TPK pada tahun 2026 sekaligus langkah strategis dalam memperkuat konektivitas perdagangan Indonesia-China dan memperluas jaringan pelayaran intra-Asia.

Corporate Secretary IPC TPK, Daniel Setiawan, menyampaikan bahwa kehadiran layanan baru ini merupakan bentuk kepercayaan shipping line global terhadap kesiapan operasional dan kualitas layanan.


“Dengan dukungan layanan terminal yang terintegrasi dan kesiapan operasional yang optimal, IPC TPK siap mendukung kebutuhan shipping line dalam menghadirkan konektivitas yang lebih efisien,” kata Daniel dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026. 

“Kehadiran layanan baru ini tidak hanya memperkuat jaringan pelayaran internasional, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa melalui pilihan layanan yang lebih kompetitif,” tambahnya.

Kapal MV Wantai sandar di Terminal Operasi 3 IPC TPK pada Rabu, 27 Mei 2026 pukul 16.20 WIB dengan rotasi pelabuhan Yantian-Xiamen-Nansha-Jakarta-Surabaya-Yantian. Kapal berbendera Liberia dengan panjang (Length Over All/LOA) 210 meter dan lebar (Beam) 32 meter ini merupakan kapal petikemas dengan kapasitas mencapai 2.902 TEUs. Selama pelayanan di Jakarta, kapal tercatat melakukan kegiatan bongkar muat sebanyak 1.577 boxes.

Kehadiran layanan SCJX menjadi penting dalam mendukung arus perdagangan Indonesia dengan China yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), China masih menjadi mitra dagang utama Indonesia sekaligus negara tujuan ekspor nonmigas terbesar sepanjang Januari-Maret 2026 dengan nilai mencapai 16,50 miliar Dolar AS atau berkontribusi sekitar 25,94 persen terhadap total ekspor nonmigas nasional.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya