Berita

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, dan Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. /doc PDIP

Global

Dubes Palestina Sebut Megawati Salah Satu Tokoh yang Konsisten Bela Palestina

SABTU, 30 MEI 2026 | 09:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, atas konsistensinya mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung saat Dubes Alsattari berkunjung ke kediaman Megawati di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan itu, Alsattari menggambarkan kondisi kemanusiaan yang terus memburuk di Palestina akibat serangan Israel. Menurutnya, puluhan ribu bangunan dan rumah telah hancur, sementara ribuan warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak, menjadi korban.


"Puluhan ribu bangunan dan rumah telah musnah, begitu banyak nyawa melayang dan rakyat menderita, kebanyakan ibu dan anak-anak. Di antara korban juga terdapat sekitar 200 jurnalis yang kehilangan nyawa. Israel sedang menghancurkan harapan rakyat Palestina," ujar Alsattari dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 30 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa berbagai fasilitas sipil seperti rumah sakit, sekolah, dan gereja yang menjadi sasaran serangan bukanlah milik Hamas. Karena itu, ia menyampaikan penghargaan atas sikap Megawati yang terus menyuarakan kemerdekaan Palestina di berbagai forum.

Menanggapi hal tersebut, Megawati tampak terharu. Dengan suara bergetar, ia mengingat kembali sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan dan penderitaan yang kini dialami rakyat Palestina.

Megawati juga mengenang pesan ayahandanya, Presiden Pertama RI Soekarno, yang kerap menceritakan perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan. Menurutnya, Indonesia memiliki ikatan historis dan moral untuk terus mendukung perjuangan tersebut.

Ia mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan Palestina juga pernah dikumandangkan dalam Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung pada 1955.

"Adalah hak semua bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri. Saya selalu mendukung pandangan bahwa Indonesia tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel selama rakyat Palestina belum memperoleh kemerdekaannya," tegas Megawati.

Dalam kesempatan itu, Megawati kembali menyerukan reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mampu memainkan peran yang lebih efektif dalam menghadapi berbagai konflik dan dinamika geopolitik global.

"Israel mungkin dapat menghancurkan secara fisik, tetapi saya yakin di setiap dada rakyat Palestina terdapat semangat yang tidak mudah menyerah dan tekad kuat untuk merdeka. Sama seperti Indonesia, saya yakin suatu saat kemerdekaan Palestina yang paripurna akan tercapai," ujarnya.

Pertemuan berlangsung hangat dan ditutup dengan simbol dukungan bagi perjuangan Palestina. Dubes Alsattari menyelempangkan kafiyeh merah kepada Megawati serta mengangkat jari membentuk huruf V sebagai simbol kemenangan.

Megawati pun menyemangati rakyat Palestina agar tetap kuat menghadapi situasi yang sulit.

"Be strong," kata Megawati.

Alsattari menjawab bahwa rakyat Palestina akan terus berjuang dan mendoakan Megawati agar selalu sehat dan kuat.

Suasana kemudian mencair ketika Dubes Palestina berseloroh mengajak Megawati adu panco.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah, Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan, serta politisi PDI Perjuangan M. Guntur Romli.

Sebelumnya, Megawati juga menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, di kediamannya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya