Berita

Ilustrasi (Unggahan akun X @WhiteHouse)

Dunia

Trump Umumkan Selat Hormuz Akan Dibuka Penuh, Iran Diminta Tinggalkan Nuklir Selamanya

SABTU, 30 MEI 2026 | 09:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya sedang mengambil keputusan akhir terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran. 

Melalui unggahan panjang di media sosial Truth Social, Trump membeberkan sejumlah hal yang disebut menjadi bagian dari pembicaraan antara AS dan Iran. Ia mengklaim blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan segera dicabut sehingga kapal tanker minyak dan kapal dagang dapat kembali beroperasi.

Trump juga menyebut Iran akan segera menyelesaikan penghapusan ranjau di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia. Menurutnya, selat tersebut harus dibuka penuh untuk pelayaran internasional tanpa pembatasan apa pun.


“Selat Hormuz harus segera dibuka, tanpa biaya tol, untuk lalu lintas pelayaran tanpa batasan, di kedua arah,” tulis Trump, dikutip Sabtu, 30 Mei 2026.

Selain soal jalur pelayaran, Trump kembali menegaskan tuntutan utama Washington agar Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Ia menyebut hal itu sebagai syarat penting dalam pembicaraan yang sedang berlangsung.

“Iran harus setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir atau bom,” ujarnya.

Trump bahkan mengklaim persediaan uranium yang telah diperkaya milik Iran nantinya akan dihancurkan dengan koordinasi bersama Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

“Persediaan uranium yang diperkaya di Iran akan digali oleh Amerika Serikat… dan dihancurkan,” tulisnya.

Dalam unggahan yang sama, Trump juga menyinggung soal kompensasi dan transaksi keuangan. Ia menegaskan belum ada kesepakatan terkait pembayaran atau pencairan dana apa pun kepada Iran.

“Tidak akan ada transaksi uang, sampai pemberitahuan lebih lanjut,” tegasnya.

Trump mengatakan sejauh ini baru poin-poin yang “jauh kurang penting” yang berhasil disepakati. Sementara itu, sumber Iran yang dikutip kantor berita Fars merespons pernyataan Trump dengan skeptis dan menyebut isi pernyataannya sebagai campuran antara fakta dan kebohongan.

“Komentar Trump tentang kesepakatan itu merupakan campuran antara kebenaran dan kebohongan,” kata sumber Iran.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya