Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi, Denny JA. (Foto: Dok. Pribadi Denny JA)

Politik

Denny JA:

Macron dan Prabowo, Dua Pemain Geopolitik Hebat

SABTU, 30 MEI 2026 | 00:35 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Prancis bukan sekadar kisah dua negara yang memperkuat kerja sama bilateral. Di tengah dunia yang semakin terbelah oleh rivalitas kekuatan besar, kemitraan ini membawa makna yang lebih dalam.

Demikian disampaikan Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi, Denny JA merespons pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, dikutip Sabtu 30 Mei 2026.

Denny sendiri turut menghadiri jamuan kenegaraan di Istana Élysée, Paris, pada 28 Mei 2026.


Menurut Denny, hubungan Indonesia dan Prancis berpotensi menjadi model baru bagi negara-negara menengah yang ingin tetap berdaulat tanpa harus menjadi satelit kekuatan mana pun.

“Dunia sedang memasuki era baru. Banyak negara tidak ingin memilih menjadi perpanjangan tangan Washington ataupun Beijing. Mereka ingin berdiri dengan kaki sendiri, menjalin kerja sama dengan siapa pun yang menguntungkan rakyatnya. Indonesia dan Prancis sedang menunjukkan jalan itu,” ujar Denny.

Bagi Denny, hubungan Indonesia-Prancis hari ini lebih dari sekadar kontrak ekonomi atau diplomasi biasa. Ia adalah simbol lahirnya jaringan baru negara-negara menengah yang percaya pada multilateralisme, kemandirian, dan kemampuan menentukan nasib sendiri.

Sejarah dunia sering ditulis oleh negara-negara adidaya. Namun abad ke-21 mungkin akan dikenang sebagai era ketika negara-negara menengah mulai menemukan keberanian untuk membentuk sejarahnya sendiri, tanpa harus tunduk pada siapa pun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya