Berita

Pengamat Politik Ray Rangkuti (kanan). (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Ray Rangkuti Ingatkan TNI Jangan Kehilangan Fokus Pertahanan

JUMAT, 29 MEI 2026 | 22:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti menyoroti pentingnya menjaga marwah dan profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar tetap fokus pada fungsi utama pertahanan negara.

Pandangan tersebut disampaikan Ray dalam diskusi publik bertajuk “Remiliterisme dan Masa Depan Demokrasi Indonesia: Membedah Reformasi Sektor Pertahanan, Supremasi Sipil, dan Ancaman terhadap Hak Asasi Manusia” yang digelar di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut Ray, semangat "TNI kembali ke barak" yang bergelora sejak era Reformasi 1998 merupakan simbol penguatan agar TNI tumbuh menjadi institusi pertahanan yang semakin profesional.


“Kembali ke barak itu istilah untuk menunjukkan pentingnya peran TNI berkiprah sebagai tentara profesional. Barak identik dengan fungsi utama pertahanan,” ujar Ray Rangkuti.

Ia mengapresiasi perjalanan panjang reformasi sektor keamanan yang puncaknya dimulai pada era Presiden Megawati Soekarnoputri lewat pemisahan struktur TNI dan Polri. Langkah ini dinilai sebagai tonggak positif bagi penataan organisasi keamananan sipil dan pertahanan negara.

“Melalui Tap MPR, TNI ditempatkan secara terhormat di ranah pertahanan, sementara fungsi keamanan diserahkan kepada kepolisian,” jelasnya.

Ray mengakui, proses penataan institusi pertahanan selama hampir 25 tahun pasca-Reformasi sebenarnya menorehkan prestasi yang sangat baik. TNI dinilai sukses bertransformasi menjadi institusi yang dicintai rakyat karena kedisplinannya menjaga fokus pada sektor pertahanan nasional.

Keterlibatan personel militer di ranah non-pertahanan pun sejauh ini berjalan koridor yang terukur, yakni melalui skema Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Langkah itu hanya diambil pada kondisi-kondisi krusial, seperti penanggulangan terorisme, pemberantasan narkotika, hingga penanganan bencana alam skala besar.

“UU mengenai pertahanan itu berjalan sangat bagus selama kurang lebih 25 tahun,” tutur Ray.

Dampak positif dari fokusnya peran TNI pada sektor pertahanan ini, lanjut Ray, tercermin dari apresiasi luar biasa yang diberikan oleh masyarakat.

“Pada 2022, tingkat kepercayaan publik kepada TNI sempat menyentuh angka sekitar 98 persen. Itu adalah buah manis dari komitmen institusi TNI yang konsisten fokus pada fungsi pertahanan,” puji Ray.

Kendati demikian, Ray memberikan catatan kritis pasca-adanya revisi regulasi pada tahun 2025 lalu yang memperluas tafsir OMSP. Ia melihat, saat ini para prajurit kerap dilibatkan dalam berbagai program teknis sipil, mulai dari pengamanan aksi kriminalitas jalanan, urusan ketahanan pangan, pertanian, hingga program food estate.

Ray berharap, banyaknya penugasan di luar sektor pertahanan ini tidak sampai mengaburkan konsentrasi pembinaan profesionalisme prajurit yang sudah terbangun sangat baik sejak bergulirnya reformasi.

“Kita harapkan ruang-ruang tersebut tetap dikelola secara bijak agar semangat TNI profesional sebagaimana cita-cita reformasi tetap terjaga kuat,” pungkasnya.

Diskusi publik ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pakar, di antaranya Kepala Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) Jaleswari Pramodhawardani, akademisi Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun, serta dosen pascasarjana Universitas Nasional Firdaus Syam.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya