Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Dolar AS Tertekan ke Level 99, Mata Uang Global Kompak Menguat

JUMAT, 29 MEI 2026 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Dolar AS (DXY) di pasar uang New York melemah 0,3 persen ke level 99 pada perdagangan Kamis 28 Mei 2026  waktu setempat, memutus tren penguatan selama dua hari terakhir. 

Pelemahan ini dipicu laporan mengenai potensi perpanjangan gencatan senjata 60 hari antara AS dan Iran yang membuka harapan meredanya konflik di Timur Tengah, termasuk kemungkinan normalisasi jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Meski sentimen geopolitik membaik, pelaku pasar masih berhati-hati karena sejumlah upaya damai dalam beberapa bulan terakhir belum berhasil mengakhiri konflik secara permanen. Kondisi ini membuat pergerakan Dolar AS tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter AS.


Melemahnya Dolar langsung dimanfaatkan mayoritas mata uang utama dunia. 

Euro menguat 0,20 persen terhadap Dolar AS menjadi 1,1649 Dolar AS, Franc Swiss menguat 0,37 persen hingga mendorong Dolar turun ke 0,784 Franc. 

Yen Jepang turut terapresiasi 0,19 persen ke level 159,22 per Dolar AS setelah sebelumnya mendekati area psikologis 160 yang menjadi perhatian otoritas Jepang.

Dolar Australia juga naik 0,32 persen ke 0,71645 Dolar AS dan memperkuat posisinya sebagai mata uang G10 dengan performa terbaik sepanjang tahun ini. 

Sementara itu, Dolar Selandia Baru melonjak 0,51 persen ke 0,59315 Dolar AS setelah bank sentralnya memberi sinyal kebijakan moneter yang tetap agresif.

Tekanan terhadap Dolar AS turut datang dari data ekonomi domestik. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke 4,453 persen seiring melandainya inflasi inti PCE dan revisi turun pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga kembali.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya