Berita

Dokumentasi pelaku yang jadi pocong di Desa Cokrowati, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. (Foto: Istimewa)

Presisi

Pocong Jadi-jadian di Blora, Satu Ditangkap Ternyata Bocah Sekolah

KAMIS, 28 MEI 2026 | 22:35 WIB

Fenomena pocong jadi-jadian yang belakangan ramai di sejumlah wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai membuat warga resah. 

Kemunculan sosok menyerupai pocong itu memicu ketakutan masyarakat sekaligus memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari aksi iseng hingga dugaan modus kejahatan.

Salah satu kasus yang akhirnya berhasil terungkap terjadi di Desa Cokrowati, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Sosok pocong yang sempat membuat geger warga itu ternyata hanya ulah bocah sekolah yang berniat bercanda bersama teman-temannya.


Kasus tersebut berbeda dengan kejadian di Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, yang hingga kini masih misterius. Warga setempat sebelumnya sempat dibuat takut melintas pada malam hari setelah beberapa kali muncul sosok menyerupai pocong di jalan desa. 

Belakangan, isu pocong jadi-jadian memang ramai muncul di sejumlah wilayah di Blora. Sebagian masyarakat menganggapnya hanya ulah remaja iseng demi konten media sosial. Namun, sebagian lainnya khawatir aksi tersebut berkaitan dengan upaya menakut-nakuti warga untuk tujuan tertentu.

Kasus di Desa Cokrowati akhirnya terbongkar setelah warga menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kemunculan pocong. Dari hasil penelusuran itu, identitas pelaku akhirnya diketahui dan langsung diklarifikasi ke pemerintah desa setempat.

Warga Todanan, Fuad Mushofa mengatakan, keberadaan pocong jadi-jadian itu pertama kali berhasil diungkap melalui kamera pengawas.

“Dari CCTV, lha setelah diklarifikasi guyon karo koncone, akun tadi juga tanya ke lurahe,” ujarnya kepada wartawan, Kamis 28 Mei 2026.

Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin turut membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian di Desa Cokrowati murni hanya candaan antarremaja.

“(Kejadian) di Desa Cokrowati, guyonan sama temannya,” katanya saat dikonfirmasi. 

Sementara itu, Kepala Desa Cokrowati, Edy Sutrisno mengungkapkan, sosok pocong yang sempat membuat warga ketakutan ternyata diperankan anak sekolah berusia sekitar 14 hingga 15 tahun.

“Iya, itu bocah sekolah,” ucapnya.

Menurut Edy, aksi tersebut bermula ketika sejumlah anak bermain di rumah salah satu temannya. Salah seorang kemudian mengenakan mukena dari musala untuk dijadikan kostum pocong.

“Kronologinya itu dolanan nenggone koncone cah sekolah sini, terus nganggo pocong-pocongan kuwi, nganggo rukoh musala,” jelasnya.

Aksi itu kemudian direkam dan menyebar hingga membuat warga resah. Situasi semakin memanas lantaran isu pocong jadi-jadian saat ini memang sedang sensitif di tengah masyarakat Blora.

Pihak desa bersama Bhabinkamtibmas kemudian langsung memanggil seluruh anak yang terlibat beserta orang tuanya untuk dimintai klarifikasi dan pembinaan.

“Bocah-bocah ditekoki kabeh terus pada ngaku, wong tuwane terus tak tekak e kabeh, karo Pak Babinkamtibmas, terus tak kon gawe pernyataan ben ora diulangi,” lanjut Edy.

Ia menyebut pelaku utama yang mengenakan kostum pocong hanya satu orang dan berasal dari Dukuh Manggir, Desa Ngumbul.

“Yang jadi pocong-pocongan itu tiang setunggal,” katanya.

Saat ditanya apakah aksi tersebut dibuat demi kebutuhan konten media sosial, Edy mengaku belum mengetahui pasti motifnya. Namun, menurutnya tindakan itu murni kenakalan remaja.

“Aku yo ra paham, namine bocah yo ono seng ngoteniku,” ujarnya.

Meski hanya candaan, pemerintah desa tetap memberikan teguran keras kepada para pelaku dan orang tua masing-masing. Sebab, aksi tersebut dinilai dapat memicu keresahan masyarakat, terlebih di tengah maraknya isu teror pocong di berbagai wilayah.

“Yo tak kandani akeh-akeh, wong tuane ya tak omongi, kulo minta tolong karena ini musimnya lagi ada teror begini, rawan-rawannya hal seperti itu,” tegas Edy.

*Kontributor Blora

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya