Berita

Ilustrasi

Presisi

Viral Isu Teror Pocong di Blora, Polisi Pastikan Hoaks dan Intensifkan Patroli

LAPORAN: ADIRIN*
KAMIS, 28 MEI 2026 | 20:49 WIB

Kabar mengenai munculnya teror pocong belakangan ini ramai beredar melalui media sosial dan grup percakapan WhatsApp. 

Informasi tersebut bahkan memicu keresahan masyarakat setelah beredar pesan berantai yang menyebut adanya aksi pocong jadi-jadian untuk menakut-nakuti warga.

Dalam pesan yang tersebar luas itu, warga diminta tetap waspada terhadap kemunculan pocong yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian maupun pembegalan. 


Narasi tersebut diperkuat dengan unggahan tangkapan layar percakapan dan imbauan yang diklaim berasal dari salah satu kepala desa.

Kabar itu pun cepat menyebar dari mulut ke mulut hingga memunculkan spekulasi di tengah masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Namun, Polres Blora memastikan informasi mengenai adanya teror pocong di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak benar atau hoaks.

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin menegaskan, hingga saat ini pihak kepolisian tidak menerima laporan terkait kemunculan pocong maupun aksi kriminal dengan modus tersebut di wilayah hukum Polres Blora.

“Nggak ada Mas di wilayah Blora,” tegas AKP Zaenul Arifin saat dikonfirmasi terkait isu yang beredar, Kamis 28 Mei 2026.

Meski demikian, kepolisian tetap meningkatkan patroli rutin guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Dia mengatakan, saat ini patroli dilakukan secara berkala oleh jajarannya guna memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

“Tetap memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan patroli dua jam sekali mas,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan yang enggan disebut namanya mengaku sempat mendengar kabar adanya sosok menyerupai pocong yang disebut-sebut muncul di wilayah sekitar Kaliweden.

Menurutnya, informasi tersebut cepat menyebar di lingkungan warga hingga membuat sebagian masyarakat penasaran dan ikut melakukan pencarian pada malam hari.

“Tadi malam sempat diburu warga. Katanya lari ke arah Kaliweden terus masuk area tebu-tebuan,” ujarnya.

Ia menuturkan, kabar itu membuat sejumlah warga memilih berjaga di depan rumah hingga larut malam untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman.

“Banyak warga jadi nongkrong sampai malam karena takut kalau benar ada kejadian seperti itu,” tuturnya.

*Kontributor Blora

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya