Berita

Wamendag Dyah Roro Esti. (Foto: ANTARA)

Bisnis

Wamendag Dorong Pemda Genjot Ekspor Produk Lokal

KAMIS, 28 MEI 2026 | 05:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sepanjang tahun 2025, neraca perdagangan Indonesia menghasilkan surplus sebesar 41,05 miliar Dolar AS. Surplus ini terdiri dari surplus non migas sebesar 60,75 miliar Dolar AS dan defisit migas sebesar 19,7 miliar Dolar AS.

Adapun surplus neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-Maret 2026 mencapai 5,5 miliar. Secara spesifik, ekspor non migas Januari-Maret 2026 sebesar 63,6 miliar Dolar AS, sedangkan impor non migas 52,97 miliar Dolar AS.

“Kami berharap juga nanti ke depannya pemerintah daerah dari lintas provinsi juga bisa memanfaatkan dashboard untuk kemudian mengetahui menggali potensi-potensi yang ada di daerah masing-masing sehingga perdagangan kita, khususnya kalau kita berbicara mengenai ekspor, juga bisa semakin meningkat,” ucap Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.


Ia mengaku bahagia apabila banyak pemberitaan terkait kegiatan pelepasan ekspor dari Indonesia, yang menjadi bukti bahwa produk-produk Tanah Air mampu berdaya saing dan dan dapat menyesuaikan dengan standar-standar global.

Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Perdagangan untuk memperluas pasar internasional di tengah ketidakpastian geopolitik ialah melalui beberapa perjanjian perdagangan, seperti ratifikasi beberapa Comprehensive Economic Partnership Agreement yang sedang berproses, misalnya Kanada, Peru, dan negara-negara Afrika.

“Baru saja saya tadi malam mimpin misi dagang ke China, dan alhamdulillah sudah MoU-nya (Memorandum of Understanding) itu mencapai kurang lebih 88 juta dolar AS. Jadi ini suatu pencapaian yang sangat luar biasa kita menunjukkan kepada dunia bahwasannya inilah produk-produk unggulan Indonesia dan ternyata banyak sekali yang minat terhadap produk-produk tersebut,” ungkap politikus Golkar tersebut.

“Karena itu, kami berharap nanti dari daerah juga bisa semakin semangat, bisa semakin percaya diri bahwa ternyata banyak sekali potensi yang mungkin masih perlu kita realisasikan bersama, sehingga dashboard ini harapannya bisa membuka mata kita terhadap potensi-potensi yang ada yang mungkin selama ini masih belum terealisasikan,” pungkas Dyah Roro.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya