Berita

Catcrs menambahkan dukungan multi bahasa serta membentuk tim dukungan lokal di berbagai wilayah. (Foto: Istimewa)

Tekno

Catcrs Tambah Dukungan Multi Bahasa

Permudah Pengguna di Berbagai Negara
SELASA, 26 MEI 2026 | 19:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Catcrs terus memperkuat layanan globalnya dengan menambahkan dukungan multi bahasa serta membentuk tim dukungan lokal di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan pengalaman penggunaan platform yang lebih nyaman, mudah dipahami, dan dekat dengan keseharian pengguna dari beragam latar belakang.

Chief Operating Officer Catcrs Block Holding, Farid Hakim mengatakan, pembaruan tersebut telah diterapkan secara serentak pada aplikasi maupun versi web platform Catcrs. Pengguna kini dapat mengganti bahasa antarmuka secara bebas melalui menu pengaturan sesuai bahasa yang paling mereka kuasai.

“Kami memandang bahasa sebagai bagian dari keamanan, bukan sekadar fitur kenyamanan,” kata Farid Hakim dalam keterangannya, Selasa 26 Mei 2026.


Menurut Farid, selain menghadirkan fitur terjemahan antarmuka, Catcrs juga membentuk tim dukungan lokal di sejumlah wilayah guna menghadirkan layanan pelanggan dan komunikasi kepatuhan yang lebih sesuai dengan kebiasaan setempat. Langkah ini diharapkan mampu mempermudah pengguna dalam memahami berbagai informasi penting di platform.

Ia menjelaskan, versi bahasa baru yang disediakan Catcrs juga dilengkapi penjelasan khusus untuk menjawab pertanyaan yang paling sering muncul dari pengguna lokal. Setelah pembaruan dirilis, banyak pengguna dari berbagai negara disebut merasa lebih nyaman karena akhirnya dapat menggunakan tampilan platform dalam bahasa yang familiar.

“Banyak kesalahpahaman dan risiko sebenarnya muncul dari kondisi ketika pengguna merasa ‘sedikit mengerti tetapi enggan bertanya’. Karena itu kami ingin memastikan setiap tampilan market, langkah konfirmasi, hingga informasi risiko dapat dipahami sejelas mungkin,” kata Farid.

Farid menambahkan, proses lokalisasi yang dilakukan Catcrs tidak hanya sebatas menerjemahkan kata demi kata. Perusahaan juga melibatkan tim lokal untuk menyesuaikan konten agar selaras dengan kebiasaan berbahasa dan lingkungan regulasi di masing-masing negara.

“Kami terus mengumpulkan masukan dari pengguna agar pengembangan versi bahasa tidak berhenti sebagai pekerjaan sekali jadi," kata Farid.

Lebih lanjut, ia menilai penggunaan platform dengan bahasa yang familiar dapat membantu pengguna memahami peringatan risiko, isi pengumuman, hingga klausul kontrak secara lebih tepat. Selain itu, komunikasi dengan layanan pelanggan juga menjadi lebih natural dan efektif.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya