Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Pastikan Dana Rekonstruksi Sumatera Rp100 Triliun Siap Dicairkan

SELASA, 26 MEI 2026 | 09:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran rekonstruksi Sumatera senilai Rp100 triliun untuk pemulihan pascabencana. Dana tersebut bahkan disebut sudah mulai disiapkan sejak akhir tahun lalu.

“Dari akhir tahun lalu kita sudah siapkan Rp60 triliun. Ternyata tahun ini yang dipakai lebih sedikit karena pembangunannya dibagi dalam tiga tahap,” ujar Purbaya, dikutip Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menegaskan Kementerian Keuangan siap mencairkan anggaran selama dokumen pengajuan dari kementerian dan lembaga terkait telah lengkap.


“Kalau dokumennya lengkap, kami keluarkan secepatnya,” katanya.

Menurut Purbaya, pemerintah kini menerapkan pola yang lebih proaktif dalam mempercepat proses pencairan dana kebencanaan. Ia meminta jajaran di Kementerian Keuangan untuk aktif menindaklanjuti kekurangan dokumen dari kementerian/lembaga pemohon.

“Kalau ada pengajuan anggaran terkait bencana dan dokumennya kurang, kementerian atau lembaganya langsung ditelepon,” ujarnya.

Bahkan, Kemenkeu siap mengirim tim langsung ke lapangan apabila instansi terkait mengalami kendala dalam menyiapkan administrasi pencairan anggaran.

“Nanti kalau mereka tidak bisa menyiapkan, kita kirim orang ke sana untuk membantu,” ucapnya.

Purbaya berharap langkah tersebut dapat mempercepat proses pencairan dana rekonstruksi dan penanganan bencana.

“Jadi tidak usah takut, dananya ada,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut kebutuhan anggaran pemulihan pascabencana di Sumatera mencapai Rp100,166 triliun dan telah mendapat persetujuan pemerintah serta dukungan Satgas DPR RI.

“Nilainya sebanyak Rp100,166 triliun selama tiga tahun,” kata Tito usai rapat Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Tito merinci, kebutuhan anggaran untuk tahun 2026 sebesar Rp38,9 triliun, tahun 2027 Rp32,9 triliun, dan tahun 2028 mencapai Rp28,2 triliun.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya