Berita

Ilustrasi )RMOL/Reni Erina)

Bisnis

ISSP Siapkan Rp200 Miliar untuk Aksi Buyback Tanpa RUPS

SENIN, 25 MEI 2026 | 13:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah kondisi pasar yang bergerak fluktuatif secara signifikan, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mengambil langkah taktis dengan menyiapkan dana maksimal Rp200 miliar untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. 

Aksi korporasi ini dilaksanakan tanpa perlu melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi pada Senin 25 Mei 2026,  nominal dana tersebut murni untuk alokasi pembelian saham dan belum termasuk biaya perantara pedagang efek serta biaya-biaya pendukung lainnya.


Manajemen ISSP memproyeksikan jumlah saham yang akan diserap kembali mencapai sekitar 83.330.000 lembar saham, yang setara dengan 3,4 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. 

Proses buyback ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan ke depan terhitung sejak pengumuman keterbukaan informasi, atau paling lambat hingga 25 Agustus 2026. 

Alasan utama di balik keputusan ini adalah penilaian manajemen bahwa harga saham ISSP saat ini masih berada di bawah nilai wajar jika berkaca pada realisasi kinerja fundamental perseroan.

Perseroan mematok batas harga pembelian tertinggi di level Rp800 per lembar saham dengan tetap mengacu pada regulasi POJK Nomor 29 Tahun 2023. 

Manajemen juga telah resmi menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan mengeksekusi transaksi buyback tersebut di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Nantinya, seluruh saham yang berhasil dibeli kembali akan disimpan sebagai saham tresuri. 

Manajemen ISSP menegaskan bahwa agenda buyback ini tidak akan mengganggu stabilitas keuangan perusahaan karena mereka memiliki struktur modal kerja dan arus kas yang sangat memadai untuk menopang kegiatan operasional harian. 

Berdasarkan simulasi laporan keuangan per 31 Maret 2026, setelah dikurangi alokasi dana buyback, laba bersih perseroan diperkirakan hanya akan mengalami penurunan tipis menjadi Rp73,03 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp77,03 miliar. 

Dampak ini juga membuat proyeksi laba bersih per saham bergerak sedikit dari Rp10,90 menjadi Rp10,87.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya