Gedung Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)
Kabar baik dari panggung pasar modal Indonesia! Menutup perdagangan sesi I pada Senin siang 25 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses parkir di zona hijau.
Indeks melesat 0,93 persen atau naik 57,304 poin dan mendarat nyaman di level 6.219,349.
IHSG dibuka pada level 6.162 pagi ini, dan bergerak dinamis, namun berakhir menyenangkan. Indeks sempat melandai ke batas bawahnya di level 6.124, sebelum akhirnya merangkak naik hingga menyentuh batas atas di level 6.239.
Sebanyak 511 saham menguat, sedangkan 204 saham harus rela melemah, dan sisanya bergerak stagnan.
Untuk urusan omzet alias nilai transaksi terbesar, panggung utama sukses dikuasai oleh trio saham legendaris, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Masuknya BBCA dan BMRI sebagai top value mencerminkan kembalinya kepercayaan investor besar (asing maupun domestik) pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) sebagai motor penggerak indeks.
Sementara BUMI, seperti biasa, tetap menjadi favorit para trader retail karena likuiditasnya yang tinggi.
Secara sektoral, sebagian besar indeks sektoral bergerak kompak menguat.
IDXTRANS (Transportasi & Logistik) menjadi pemeran utama dengan kenaikan fantastis sebesar 4,19 persen.
Sektor konsumer siklikal (IDXCYCLIC) dan properti (IDXPROPERT) juga mengekor di belakang dengan kenaikan di atas 1 persen.
Sebaliknya, IDXENERGY (Energi) justru menjadi beban berat setelah merosot -1,35 persen disusul oleh sektor bahan baku (IDXBASIC) yang turun -0,44 persen.
Penurunan IDXENERGY ini umumnya dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) atau akibat fluktuasi harga komoditas global (seperti minyak dan batu bara) yang sedang mengalami penyesuaian.
Di sisi lain, melesatnya sektor transportasi mengindikasikan tingginya aktivitas mobilitas masyarakat dan distribusi logistik yang kembali bergairah.