Berita

Suasana pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

Politik

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

SENIN, 25 MEI 2026 | 11:55 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berkeliling Indonesia dinilai tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza, menilai langkah Jokowi turun kembali ke lapangan sebagai mantan kepala negara kemungkinan memiliki motif politik, terutama terkait respons publik terhadap wacana duet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode.

“Jokowi ingin keliling Indonesia ditengarai karena usulan Prabowo-Gibran tak mendapatkan sambutan antusias,” ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin, 25 Mei 2026.


Menurut Efriza, kepentingan politik elektoral 2029 diduga menjadi salah satu pertimbangan Jokowi. Apalagi, belakangan nama Jokowi dan keluarganya kerap diterpa berbagai isu negatif di ruang publik.

Ia juga menyoroti posisi Gibran Rakabuming Raka yang saat ini menjabat Wakil Presiden. Menurutnya, kinerja Gibran belum cukup kuat mendongkrak tingkat kepercayaan publik.

“Jokowi disinyalir khawatir karena kinerja Gibran tak memengaruhi elektabilitasnya untuk dipercaya maju lagi sebagai cawapres. Kecenderungan terbesar publik sudah jengah dengan kelakuan Jokowi, keluarganya, dan pendukungnya,” tuturnya.

Efriza menilai rencana Jokowi berkeliling Indonesia bisa menjadi bagian dari strategi politik baru untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurutnya, Jokowi kemungkinan ingin menjelaskan langsung kepada masyarakat mengenai capaian pemerintahan saat ini sekaligus membantu meningkatkan citra politik Gibran.

“Sambil berharap kehadiran Jokowi dapat menaikkan kepercayaan masyarakat terhadap Gibran,” pungkas Efriza.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya