Berita

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya. (Foto: Humas BGN)

Nusantara

Sony Sonjaya Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG Perkuat Pengawasan

SENIN, 25 MEI 2026 | 06:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkapkan langkah baru BGN dalam memperkuat pengawasan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengembangan aplikasi Reviu Menu MBG (Organoleptik). 

Sistem tersebut dikembangkan untuk meningkatkan perhatian, kepedulian, dan kewaspadaan seluruh Kepala SPPG serta mitra BGN dalam menjaga mutu makanan yang diterima para penerima manfaat.

Aplikasi tersebut memungkinkan proses pengawasan kualitas dilakukan secara langsung oleh pihak penerima manfaat di lapangan. Pengguna aplikasi merupakan PIC Kelompok Penerima Manfaat MBG, yakni guru yang ditunjuk pihak sekolah dan kepala posyandu (Kaposyandu). Saat paket MBG diterima, mereka dapat langsung memberikan penilaian terhadap kualitas makanan melalui sejumlah parameter yang telah disiapkan dalam sistem.


Adapun indikator penilaian dalam aplikasi meliputi ketepatan waktu pengiriman makanan, aroma makanan, rasa makanan, hingga variasi menu yang disajikan. Dengan sistem tersebut, evaluasi kualitas MBG dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Berdasarkan data Dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau 99,88 persen menyatakan makanan layak dikonsumsi, sementara hanya dua laporan yang menyebut makanan tidak layak konsumsi.

Data lain juga menunjukkan tingkat ketepatan waktu distribusi makanan mencapai 97,95 persen atau sebanyak 1.672 laporan menyebut makanan diterima tepat waktu maupun lebih awal. Hanya 35 laporan yang mencatat keterlambatan distribusi.

Dalam aspek kualitas sensorik, aroma makanan dinilai layak pada 1.702 laporan atau sekitar 99,71 persen. Sementara pada aspek tampilan makanan, sebanyak 1.697 laporan atau 99,41 persen menyebut kondisi makanan layak dan sesuai standar.

Sedangkan dari sisi rasa makanan, sebanyak 1.688 laporan atau 98,89 persen menilai rasa makanan dalam kondisi normal dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.

Sony Sonjaya menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi tersebut merupakan bagian dari langkah kesisteman untuk mencegah terjadinya kejadian menonjol dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan secara internal melalui peningkatan awareness para pelaksana program, tetapi juga diperkuat melalui kontrol eksternal dengan melibatkan langsung pihak penerima manfaat.

“Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian Ka SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan,” ujar Sony Sonjaya dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026.

Ia menambahkan, keterlibatan guru dan Kaposyandu dalam proses evaluasi diharapkan mampu meningkatkan akurasi pengawasan sekaligus menjadi sistem deteksi dini apabila ditemukan potensi masalah dalam distribusi maupun kualitas makanan.

Melalui sistem tersebut, BGN berharap kualitas program MBG dapat terus terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi nasional semakin meningkat.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya