Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Siap Lakukan Apa Saja demi Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara

MINGGU, 24 MEI 2026 | 11:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara yang selama ini dinilai menghambat pemerataan kesejahteraan rakyat. 

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026. 

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam Indonesia kini harus dilakukan secara mandiri demi kepentingan nasional.


“Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Dan ini sudah kita lakukan,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, langkah tersebut merupakan amanat konstitusi yang wajib dijalankan pemerintah. Ia menegaskan kekayaan Indonesia harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan hanya kelompok tertentu.

“Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Bukan segelintir,” tegasnya.

Prabowo juga menyinggung pidatonya pada 20 Mei lalu di hadapan DPR, ketika ia mengungkap besarnya potensi kekayaan Indonesia yang selama ini justru banyak mengalami kebocoran.

“Yang terakhir tanggal 20 Mei saya bicara di depan majelis pemusyawaratan rakyat Indonesia yang juga ditayangkan live di TV-TV di mana disitu saya tegaskan bahwa Indonesia, sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor,” katanya.

Karena itu, Prabowo menegaskan dirinya bersama seluruh jajaran kabinet siap bekerja keras dan mengambil berbagai langkah tegas untuk menghentikan kebocoran tersebut. 

“Dan, kebocoran ini harus kita hentikan dan saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya