Berita

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Foto: Istimewa)

Politik

Publik Butuh Hasil Kerja bukan Konten Pejabat

MINGGU, 24 MEI 2026 | 11:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Hendri Satrio atau akrab disapa Hensa menyoroti tren pejabat publik yang mulai merekam dan membagikan keseharian kerja mereka melalui media sosial.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah video yang menampilkan aktivitas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya selama 24 jam.

Dalam video yang diunggah di akun @teddy_hq tersebut, Teddy terlihat menjalani rangkaian kegiatan sejak pagi, melakukan perjalanan dinas ke luar kota, menghadiri rapat dengan menteri, hingga kembali pulang pada dini hari sekitar pukul 02.00.


Hensa menilai, apa yang ditampilkan itu justru memperlihatkan bahwa menjadi pejabat publik tidak sesederhana yang dibayangkan dan tetap tidak menjamin akan mendapat penilaian positif dari publik.

“Enggak mudah jadi pejabat seperti Teddy. Sudah kerja dari pagi, ke luar kota, lanjut rapat sampai tengah malam, pulangnya dini hari, tapi tetap saja ada yang bergunjing. Ini realitas yang sering terjadi. Kerja keras itu tidak selalu terlihat sebagai sesuatu yang luar biasa, kadang malah dianggap biasa saja, bahkan dicurigai,” ujar Hensa, Minggu, 24 Mei 2026.

Ia melihat, dokumentasi aktivitas harian seperti itu sebenarnya bisa dipahami sebagai bentuk laporan kerja kepada publik, sekaligus membuka proses yang selama ini jarang terlihat oleh masyarakat.

Dengan adanya tayangan tersebut, menurutnya, publik setidaknya tidak lagi sepenuhnya berspekulasi soal apakah seorang pejabat bekerja atau tidak, seperti dalam video Seskab Teddy tersebut yang aktivitasnya ditampilkan secara cukup rinci.

“Kalau aktivitasnya sudah ditunjukkan seperti itu, publik jadi punya gambaran. Mau percaya atau tetap sinis, itu soal lain. Tapi setidaknya ada proses yang dibuka daripada sebelumnya hanya menebak-nebak tanpa dasar,” kata Hensa.

Meski demikian, Hensa menilai wajar jika sebagian publik tetap menganggap tayangan tersebut sebagai pencitraan. Ia menjelaskan, yang diperlihatkan dalam video-video seperti itu terkadang lebih banyak sisi proses kerja, sementara sebagian masyarakat cenderung menilai dari hasil yang dirasakan secara langsung.

“Yang ditampilkan itu proses, rapat, perjalanan, aktivitas padat. Sementara publik biasanya menunggu hasil konkret. Jadi wajar kalau ada yang bilang ini pencitraan. Karena bagi publik, ukuran kerja itu bukan seberapa sibuk, tapi juga seberapa terasa dampaknya,” ujar Hensa.

Namun begitu, Hensa melihat langkah seperti video keseharian Teddy ini juga bisa menjadi pendekatan komunikasi yang dicoba oleh pejabat lain, terutama mereka yang selama ini tidak banyak mendapat perhatian publik.

Menurutnya, keterbukaan semacam itu tidak hanya menunjukkan aktivitas pribadi, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk mengenalkan peran, tugas, serta program kerja kepada masyarakat.

“Silakan saja kalau mau diikuti. Terutama pejabat yang selama ini tidak kelihatan. Jadi publik tahu dia itu siapa, apa yang dikerjakan, dan programnya apa. Tapi tetap saja, ujungnya bukan di kontennya, melainkan di hasil yang benar-benar dirasakan,” kata Hensa.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya