Berita

Ilustrasi

Politik

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

SABTU, 23 MEI 2026 | 17:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah diramal akan terus bertengger di kisaran Rp17.000 per Dolar AS di sepanjang perdagangan pekan depan.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan tekanan tersebut terjadi di tengah ketidakpastian sentimen global maupun domestik.

"Kalau melihat kondisi seperti saat ini, kami melihat bahwa Rupiah masih di level Rp17.000-an, hopefully masih di bawah Rp17.500 per Dolar AS. Harapannya kembali lagi ini tidak sampai ekspektasi liar itu terjadi," kata Josua, dikutip Sabtu 23 Mei 2026.


Menurut Josua, jika dalam kondisi normal tanpa ada sentimen yang membebani, Rupiah seharusnya bisa menguat di bawah Rp17.000 per Dolar AS.

"Kalau kita melihat secara teori, tadi nilai tukar riil efektifnya (real effective exchange rate) rupiah dalam kondisi normal itu mestinya kita di bawah Rp17.000 per Dolar AS," jelasnya.

Namun, Rupiah, kata Josua masih akan tertekan oleh sentimen rebalancing MSCI dan ekspor komoditas satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI.

“Kita mempertimbangkan risiko-risiko global, risiko-risiko yang ada saat ini, dan juga respon kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh Bank Indonesia,” tuturnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya