Berita

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Biaya Sekolah Naik 90 Persen: Urgensi Finansial dalam Pendidikan Keluarga Indonesia

SABTU, 23 MEI 2026 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pendidikan sering kali disebut sebagai investasi terbaik yang bisa diberikan orang tua kepada anak. Namun, di tengah dinamika ekonomi saat ini, mewujudkan pendidikan yang layak bagi anak bukan lagi sekadar urusan memilih sekolah atau mendampingi mereka belajar di rumah. 

Aspek ketahanan ekonomi keluarga, khususnya kesiapan finansial jangka panjang, kini memegang peranan yang semakin krusial dalam ekosistem Pendidikan Keluarga Indonesia.

Saat ini, biaya pendidikan terus merangkak naik setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata biaya pendidikan di jenjang SD melonjak signifikan hingga 90 persen dalam periode 2018 hingga 2024 (dari Rp2,4 juta menjadi Rp4,56 juta). 


Tren kenaikan serupa juga membayangi jenjang perguruan tinggi, yang mencatat peningkatan biaya sebesar 31,38 persen menjadi Rp19,01 juta untuk satu tahun ajaran di tahun 2024.

Tantangan nyata ini menegaskan bahwa semakin lama orang tua menunda perencanaan keuangan, semakin besar pula kesenjangan antara dana yang dimiliki dengan kebutuhan riil anak di masa depan.

Dalam membangun fondasi Pendidikan Keluarga Indonesia yang kokoh, risiko kehidupan yang bisa menimpa pencari nafkah di tengah jalan tidak boleh luput dari kalkulasi. Ketika risiko tersebut terjadi tanpa adanya proteksi finansial, rencana pendidikan anak kerap kali menjadi taruhannya.

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, menekankan bahwa esensi dari perlindungan keluarga adalah memastikan kesinambungan masa depan anak-anak terus berjalan, apa pun kondisinya.

"Setiap orang tua menginginkan pendidikan terbaik untuk anaknya, tetapi kenyataannya, biaya pendidikan terus naik melampaui inflasi. Apabila terjadi risiko kehidupan pada pencari nafkah di tengah perjalanan, rencana pendidikan tidak ikut terhenti," ujar Iskandar, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu 23 Mei 2026.

Oleh karena itu, kehadiran instrumen perencanaan keuangan yang adaptif menjadi sangat penting. 

Salah satu langkah konkret yang dapat diambil keluarga adalah memanfaatkan solusi proteksi dwiguna syariah, seperti produk PRUTahapan Cemerlang yang baru saja diluncurkan oleh Prudential Syariah. 

Melalui sistem kontribusi yang terjangkau dan pencairan dana bertahap, produk ini dirancang untuk mendampingi fase-fase krusial anak dari bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Mematangkan kesiapan finansial sejak dini memberikan ketenangan bagi orang tua agar tidak perlu mengorbankan kesejahteraan hari tua mereka demi membayar biaya kuliah anak kelak. Menariknya, jika pengelolaan ini berbasis syariah, terdapat nilai gotong-royong atau ta'awun yang tertanam di dalamnya.

"Pendidikan adalah perjalanan panjang, dan di setiap tahapannya, kesiapan dana menentukan apakah rencana bisa terus berjalan atau harus tertunda," tambah Iskandar. 

Ia menekankan, melalui prinsip syariah, setiap peserta tidak hanya memproteksi keluarganya sendiri, melainkan turut menjadi bagian dari mekanisme saling melindungi antar-sesama peserta.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya