Berita

(Tengah) Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Ruth A. Cussoy Intama. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp400 T, Naik 309 Persen

JUMAT, 22 MEI 2026 | 15:05 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) dengan negara lain tercatat mencapai 22,61 miliar Dolar AS setara Rp400 triliun. 

Bank Indonesia (BI) mencatat angka ini naik 309 persen secara tahunan (yoy) dari sebelumnya sebesar 7,32 miliar Dolar AS.

“Ini volumenya naik tajam. Ini mendorong diversifikasi mata uang,” kata Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan (DPPK) Bank Indonesia Ruth Cussoy Intama di Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat 22 Mei 2026,
 

 
LCT sendiri merupakan mekanisme penyelesaian transaksi bilateral yang dilakukan pelaku usaha di Indonesia dan negara mitra bukan dengan Dolar AS melainkan menggunakan mata uang masing-masing negara melalui bank yang ditunjuk sebagai Appointed Cross Currency Dealer(ACCD).

BI juga mencatat jumlah pelaku LCT terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hingga April 2026, rata-rata bulanan pelaku LCT mencapai 5.265 pelaku, melonjak dibandingkan 497 pelaku pada 2021 dan 1.741 pelaku pada 2022.

Tren kenaikan berlanjut menjadi 2.602 pelaku pada 2023 dan 5.020 pelaku pada 2024. Bahkan sepanjang 2025, rata-rata bulanan pengguna LCT sempat menembus 9.720 pelaku.

Data hingga April 2026 menunjukkan bahwa transaksi LCT Indonesia masih didominasi oleh beberapa negara mitra utama. China menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 89 persen dari total transaksi.

Jepang berada di posisi kedua dengan kontribusi sekitar 6 persen, sedangkan Malaysia menyumbang sekitar 3 persen. Sisanya berasal dari negara mitra lain seperti Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Bank sentral menilai skema LCT dapat menekan biaya transaksi karena pelaku usaha tidak perlu lagi menggunakan Dolar AS sebagai mata uang perantara. Selain itu, LCT juga dinilai mampu memperdalam pasar keuangan regional serta memperluas partisipasi pelaku usaha di kawasan.

“Bukan berarti kita menghindari Dolar AS, karena kita tahu transaksi global masih dominan menggunakan Dolar AS. Tetapi untuk negara-negara yang memang memiliki volume transaksi besar dan bisa langsung menggunakan mata uang domestik, kenapa harus lewat dolar dulu?” ujarnya.

Ruth menjelaskan implementasi LCT Indonesia dimulai sejak 2018 bersama Malaysia dan Thailand, kemudian diperluas ke Jepang, China, Korea Selatan, dan akan segera diterapkan di Singapura, hingga India.

“Dalam waktu dekat yang akan segera diimplementasikan adalah Singapura, India, dan Saudi Arabia,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya