Berita

Ilustrasi rupiah. (Foto: Generate AI)

Bisnis

Rupiah Melemah Lagi Meski BI Kerek Suku Bunga, Efek BUMN Ekspor?

JUMAT, 22 MEI 2026 | 10:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah kembali tertekan ke level Rp17.705 per Dolar AS pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, setelah sehari sebelumnya sempat menguat ke kisaran Rp17.600 per Dolar AS.

Pelemahan Rupiah terjadi meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Mei 2026. Kenaikan ini merupakan yang pertama dalam dua tahun terakhir, setelah BI-Rate bertahan di level 4,75 persen sejak November 2025.

Selain BI-Rate, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 50 basis poin menjadi 4,25 persen dan lending facility menjadi 6 persen.


Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan langkah tersebut diambil untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan pemerintah,” ujar Perry.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai pelemahan Rupiah juga dipengaruhi sentimen negatif dari rencana pembentukan badan ekspor komoditas satu pintu melalui anak usaha Danantara Indonesia, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

“Rupiah terdepresiasi terhadap Dolar AS dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan domestik. Investor mulai mengantisipasi kebijakan baru terkait proses tata kelola ekspor yang akan memusatkan transaksi ekspor untuk beberapa komoditas di bawah BUMN,” kata Josua dalam analisanya.

Selain faktor domestik, tekanan terhadap Rupiah juga datang dari penguatan Dolar AS setelah sejumlah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan hasil positif.

Dari sektor ketenagakerjaan, klaim pengangguran awal AS untuk pekan yang berakhir pada 16 Mei 2026 turun menjadi 209 ribu dari sebelumnya 212 ribu. Angka itu juga lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 210 ribu, yang mencerminkan pasar tenaga kerja AS masih kuat.

Sementara dari sektor riil, data Preliminary S&P Global PMI Manufaktur AS naik menjadi 55,3 pada Mei 2026 dari sebelumnya 54,5. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar di level 53,8 dan menunjukkan sektor manufaktur AS masih solid di tengah ketidakpastian global.

“Rilis data ini menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap tangguh, sehingga mengurangi ekspektasi pelonggaran moneter oleh The Fed,” ujar Josua.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya