Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Inflasi Jepang Melambat, Peluang BOJ Naikkan Suku Bunga Mengecil

JUMAT, 22 MEI 2026 | 10:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Inflasi Jepang pada April 2026 melambat lebih dalam dari perkiraan pasar. Kondisi ini membuat Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) kemungkinan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.

Dikutip dari CNBC International, Jumat 22 Mei 2026, data terbaru menunjukkan inflasi inti Jepang, yang tidak memasukkan harga makanan segar, berada di level 1,4 persen pada April. Angka ini lebih rendah dibanding perkiraan ekonom sebesar 1,7 persen dan turun dari 1,8 persen pada Maret.

Sementara itu, inflasi utama Jepang tercatat 1,4 persen, turun dari 1,5 persen pada bulan sebelumnya. Ini menjadi bulan keempat berturut-turut inflasi Jepang berada di bawah target BOJ sebesar 2 persen.


Inflasi inti-inti, indikator yang juga dipantau ketat oleh BOJ karena tidak memasukkan harga pangan dan energi, ikut turun menjadi 1,9 persen dari sebelumnya 2,4 persen. Perlambatan ini menunjukkan tekanan harga di Jepang mulai mereda setelah sempat meningkat akibat mahalnya energi dan pelemahan Yen.

Sebelumnya, BOJ sempat menaikkan proyeksi inflasi inti menjadi 2,8 persen pada pertemuan April lalu. Kenaikan proyeksi itu dipicu lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah dan meningkatnya biaya produksi perusahaan yang kemudian dibebankan ke konsumen.

Di sisi lain, pemerintah Jepang juga mulai membuka peluang pemberian stimulus tambahan untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan biaya energi. Media publik NHK melaporkan oposisi mengusulkan paket stimulus senilai 3 triliun yen atau sekitar US$18,8 miliar, termasuk subsidi bensin dan bantuan tagihan listrik.

Jepang juga masih menghadapi tekanan dari pelemahan Yen. Pemerintah disebut telah menghabiskan sekitar 10 triliun Yen untuk intervensi mata uang pada akhir April hingga awal Mei guna menahan pelemahan Yen terhadap Dolar AS. Yen yang lemah membuat biaya impor naik dan menekan daya beli masyarakat.

Meski inflasi melambat, peluang kenaikan suku bunga BOJ belum sepenuhnya hilang. Ekonomi Jepang masih tumbuh cukup kuat dengan ekspansi tahunan 2,1 persen pada kuartal pertama 2026, lebih baik dari perkiraan pasar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspor yang tetap solid, sehingga memberi ruang bagi BOJ untuk tetap mempertimbangkan normalisasi kebijakan moneternya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya