Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Kompak Hijau Pantau Upaya Damai Iran-AS

JUMAT, 22 MEI 2026 | 08:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, didorong sambutan positif investor atas upaya diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait peluang tercapainya kesepakatan perdamaian di Timur Tengah.

Dikutip dari CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,36 persen, sementara indeks Topix naik 0,55 persen. Penguatan pasar Jepang terjadi setelah data menunjukkan inflasi inti Jepang melambat pada April 2026 menjadi 1,4 persen, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 1,7 persen.

Melambatnya inflasi ini membuat pelaku pasar menilai Bank Sentral Jepang kemungkinan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut dianggap positif bagi pasar saham karena biaya pinjaman berpotensi tetap rendah lebih lama.


Korea Selatan juga mencatat pergerakan positif. Indeks Kospi naik 0,52 persen, sedangkan indeks saham teknologi Kosdaq melesat lebih dari 3 persen. Kenaikan ini menunjukkan minat investor kembali menguat terhadap saham sektor teknologi dan pertumbuhan.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik sekitar 0,5 persen seiring membaiknya sentimen pasar regional. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.568, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di 25.386.

Meski pasar saham menguat, investor masih mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran. Laporan menyebut Iran ingin tetap mempertahankan cadangan uranium yang diperkaya di dalam negeri, sementara Presiden AS Donald Trump menjadikan penghentian program nuklir Iran sebagai salah satu tujuan utama kebijakan terhadap Teheran.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya