Berita

(Tengah) Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Sawit hingga Tambang Akan Dibeli Danantara untuk Diekspor Langsung

KAMIS, 21 MEI 2026 | 09:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkapkan anak usahanya, PT Danantara Sumberdaya Indonesia, akan mulai bertransformasi menjadi trader komoditas ekspor pada awal 2027.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan pengelolaan ekspor komoditas strategis oleh PT DSI akan dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama berlangsung pada Juni hingga Desember 2026. Dalam periode ini, PT DSI akan berperan sebagai perantara antara eksportir domestik dan pembeli komoditas di pasar internasional.


Selain menjadi fasilitator transaksi, PT DSI juga akan menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap kesesuaian harga transaksi dengan harga pasar global.

“Di fase pertama DSI ini akan menjadi fungsi penilai dan perantara antara penjual dan pembeli komoditas-komoditas tertentu yang akan diekspor,” ujar Rohan dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.

Memasuki tahap kedua mulai Januari 2027, peran PT DSI akan ditingkatkan menjadi trader komoditas yang membeli langsung produk ekspor dari pelaku usaha dalam negeri, termasuk sektor sawit dan pertambangan, sebelum dijual kembali ke pasar internasional.

“Dia akan langsung membeli dan dia akan langsung sendiri menjual ke market internasional barang-barang ekspor ini,” kata Rohan.

Melalui skema tersebut, risiko penjualan saat kondisi pasar global melemah akan ditanggung oleh PT DSI, sehingga eksportir tetap memperoleh pembayaran lebih cepat dan pasti.

“Artinya membeli itu membayar kepada eksportir, dia pegang barang jadi risiko jual belinya ada di PT DSI dan dia akan menjual ke market bebas, ke luar negeri,” lanjutnya.

Menurut Danantara, model bisnis ini juga berpotensi meningkatkan devisa negara karena hasil penjualan ekspor akan diterima PT DSI dalam bentuk valuta asing sebelum dibawa kembali ke Indonesia.

“Dana itu akan kembali ke Indonesia secara penuh untuk hasil penjualannya,” tandas Rohan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya