Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

KAMIS, 21 MEI 2026 | 07:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar logam mulia global kompak bergerak ke zona hijau setelah sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir. 

Rebound ini dipicu oleh melandainya imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10-tahun dari level tertingginya sejak Januari 2025, serta meredanya kekhawatiran inflasi berkat ekspektasi penyelesaian konflik di Timur Tengah yang menekan harga minyak mentah.

Pada penutupan perdagangan, Rabu 20 Mei 2026, emas spot melonjak 1,1 persen ke level 4.531,99 Dolar AS per ons, setelah sempat menyentuh titik terendah dalam tujuh pekan. 


Sementara itu, emas berjangka AS kontrak Juni menguat tipis 0,1 persen ke posisi 4.535,30 Dolar AS per ons.

Analis mengatakan, potensi pembukaan kembali Selat Hormuz dapat menurunkan ekspektasi suku bunga dan menguntungkan aset non-yielding seperti emas.

Meski demikian, pasar tetap berhati-hati. Risalah Federal Reserve menunjukkan bank sentral AS masih membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap di atas target 2 persen. 

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, peluang kenaikan bunga acuan di bulan Desember berada di angka 48,6 persen. Menyikapi ketidakpastian ini, bank investasi Citi bersikap konservatif dengan mempertahankan target harga emas jangka pendek di level 4.300 Dolar AS per ons.

Tren positif emas ikut memicu lonjakan harga pada komoditas logam mulia lainnya. Perak spot melesat paling tinggi sebesar 3,1 persen ke level 76,06 Dolar AS per ons. Platinum terangkat 1,6 persen menjadi 1.952,30 Dolar AS per ons. Sedanglan Paladium melonjak 1,5 persen ke posisi 1.373,62 Dolar AS per ons.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya