Berita

Representative Image (Foto: Istimewa)

Nusantara

Mahasiswa Rentan Terjebak Utang Konsumtif di Era Cashless

RABU, 20 MEI 2026 | 20:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tingginya adopsi layanan keuangan digital di Indonesia belum sepenuhnya diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai. 

Kondisi tersebut membuat mahasiswa yang hidup dalam ekosistem serba cepat, mulai dari e-wallet, paylater, hingga pinjaman daring, menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap jebakan utang konsumtif.

Direktur Departemen Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Andi Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa percepatan digitalisasi telah mendorong masyarakat menuju sistem cashless, namun sekaligus menghadirkan risiko baru jika tidak diiringi pemahaman yang memadai.


Ia menilai, tingkat inklusi keuangan yang mencapai 80,51 persen belum sepenuhnya sejalan dengan literasi, sehingga menimbulkan kesenjangan antara penggunaan dan pemahaman produk keuangan.

“Orang memakai produk keuangan tapi tidak paham apa yang dipakai. Ini mengandung kerawanan, termasuk meningkatnya pengaduan dan potensi kejahatan keuangan digital, ujarnya dalam seminar literasi keuangan yang digelar Warta Ekonomi, bertajuk “Cashless, Careless: Jadi Mahasiswa Cerdas Finansial di Era Digital” di Binus Alam Sutera, Tangerang, dikutip Rabu, 20 Mei  2026. 

Andi juga menekankan bahwa rendahnya literasi turut memicu meningkatnya kasus penipuan dan penyalahgunaan layanan keuangan digital. 

OJK mencatat, kerugian akibat kejahatan keuangan digital mencapai sekitar Rp9,1 triliun berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) periode November 2024 hingga Januari 2026.

Sementara itu, Direktur Kampus Binus @Alam Sutera, Lim Sanny, menilai literasi keuangan menjadi semakin penting di tengah cepatnya transformasi digital sektor keuangan. 

Ia menekankan bahwa institusi pendidikan tidak hanya berperan dalam aspek teori, tetapi juga praktik melalui kolaborasi dengan industri.

“Kami berharap mahasiswa dapat menggali lebih banyak wawasan dan memahami bagaimana mengelola keuangan secara bijak di era digital, serta siap menerapkannya dalam kehidupan pribadi maupun profesional,” ujarnya.

Guna memastikan keamanan transaksi e-wallet, Direktur Utama ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, menyampaikan bahwa layanan kini dilengkapi berbagai lapisan proteksi seperti PIN, OTP, hingga fitur two-factor authentication (2FA) serta verifikasi pengguna melalui ShopeePay Plus.

''Tambahan layer dari sisi keamanan itu untuk memastikan bahwa memang orang yang sama ataupun user yang sama yang menggunakan aplikasi tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Dupoin Futures Indonesia, Gunawan Herman, menyoroti tingginya minat generasi muda terhadap investasi dan trading. 

Namun ia menilai, pemahaman instrumen keuangan masih terbatas pada saham dan kripto, padahal terdapat pasar global lain yang lebih luas.

“Kalau kita bicara trading, bayangan kita pasti saham dan kripto karena dua hal itu paling populer sekarang. Padahal market global itu jauh lebih besar, seperti forex, emas, dan index yang transaksinya melibatkan seluruh dunia,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur CFX, Lukas Lauw, mengungkapkan bahwa sekitar 52 persen investor kripto di Indonesia berasal dari kelompok usia 18–24 tahun, yang didominasi kalangan mahasiswa. Meski demikian, volatilitas pasar masih menjadi tantangan serius bagi investor ritel muda.

“Literasi harus lebih tinggi dari inklusi. Masyarakat tidak hanya menggunakan, tetapi juga harus memahami produk yang digunakan,” tegasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya