Berita

Mantan Presiden BJ. Habibie. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Pakar Sarankan Prabowo Tiru Habibie Kendalikan Pelemahan Rupiah

RABU, 20 MEI 2026 | 18:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Prof. Didik J. Rachbini menyarankan agar Presiden Prabowo mencontoh strategi Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie dalam menanggulangi nilai tukar Rupiah yang terus melemah terhadap Dolar AS. 

"Saya menjadi saksi dan pelaku langsung. Pada saat itu saya diangkat sebagai anggota Tim Reformasi Nasional bidang Ekonomi berdasarkan Keppres BJ. Habibie," ujar Prof. Didik kepada RMOL di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Dia menjelaskan, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) 198/1998 tentang Pembentukan Tim Nasional Reformasi Menuju Masyarakat Madani, BJ. Habibie berhasil menurunkan nilai tukar rupiah.


"Karena faktor kepercayaan (trust) yang mulai terlihat setelah hampir setahun menjadi Presiden pada periode yang singkat, peran transisi BJ. Habibie yang awalnya diragukan karena dianggap sebagai bagian dari Orde Baru, perlahan mulai dipercaya karena komitmennya terhadap reformasi institusi ekonomi," urainya.

"Beliau (Habibie) bersungguh-sungguh menjalankan demokrasi dan desentralisasi otonomi daerah, serta keikhlasannya tanpa vested interest untuk kebangkitan kembali Indonesia menjadi normal dan pulih," sambung Prof. Didik.

Lebih lanjut, Rektor Universitas Paramadina itu menilai, kebijakan Habibie yang awalnya sangat ditentang keras, namun dengan keyakinan dan posisinya sebagai Presiden transisi yang absah dan legal, mampu memulihkan kepercayaan kembali kepada pemerintah. 

"Posisinya disampaikan implisit maupun eksplisit hanya sebagai presiden transisi. Sangat mudah dipahami bahwa krisis 1998 pada dasarnya adalah krisis kepercayaan dan sekaligus krisis institusi, bukan hanya krisis fundamental dari aspek teknis ekonomi," ucapnya.

"Karena itu, presiden yakin ketika kepercayaan mulai pulih, Rupiah bisa kembali ke level posisi sebenarnya dan bahkan mulai menguat kembali," demikian Prof. Didik menambahkan.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya