Berita

Sapi Simmental yang dipilih Prabowo Subianto di Kecamatan Gununghalu diberi nama Si Mayor. (Foto: RMOLJabar)

Nusantara

Sapi Kurban Presiden Prabowo di Cisarua Diberi Nama 'Si Mayor'

RABU, 20 MEI 2026 | 19:05 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali dipercaya menjadi pemasok hewan kurban untuk orang nomor satu di Indonesia. Seekor sapi jumbo berbobot lebih dari satu ton milik peternak lokal dipastikan bakal menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Sapi berjenis Simmental yang diberi nama 'Si Mayor' ini merupakan milik Dede (48), peternak asal Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Si Mayor resmi terpilih setelah lolos serangkaian seleksi ketat yang melibatkan tim Sekretariat Presiden.

Rencananya, hewan kurban kepresidenan ini tidak disembelih di Istana Negara, melainkan didistribusikan ke wilayah Kecamatan Gununghalu.


Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Acep Rohimat mengonfirmasi penetapan tersebut. Menurutnya, proses penjaringan dan pemeriksaan kesehatan dilakukan berlapis sejak awal.

"Sudah ditetapkan sapi milik peternak asal Cisarua menjadi hewan kurban Presiden Prabowo. Namun penyembelihannya nanti dilakukan di Gununghalu sesuai permintaan Sekretariat Presiden. Pengiriman direncanakan H-1 Iduladha," ujar Acep saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar, Rabu, 20 Mei 2026.

Acep membeberkan, tim gabungan telah melakukan uji laboratorium di Balai Veteriner Subang dan BIB Lembang. Langkah ini krusial untuk memastikan hewan kurban terbebas dari penyakit menular.

"Pemeriksaan difokuskan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit hewan menular strategis seperti PMK, LSD, hingga antraks," tegasnya.

Awalnya, ada tiga kandidat sapi yang dijaring dari wilayah Parongpong, Cisarua, dan Gununghalu. Namun, hanya Si Mayor yang dinyatakan paling layak, baik dari segi bobot maupun jaminan kesehatan.

Meski sudah terpilih, pengawasan terhadap Si Mayor tidak kendor. Petugas akan terus memantau kondisi kesehatannya hingga hari pengiriman nanti. Informasi yang dihimpun, sapi monster ini diboyong Sekretariat Presiden dengan nilai fantastis, sekitar Rp110 juta.

Sementara itu, sang pemilik, Dede (48) mengaku sangat semringah. Ia menceritakan bahwa Si Mayor dipelihara sejak berusia satu tahun dengan bobot awal 930 kilogram.

"Setelah tiga tahun perawatan intensif, bobotnya melonjak menjadi 1,05 ton dengan tinggi sekitar 160 sentimeter," ungkap Dede.

Bagi Dede, terpilihnya Si Mayor bukan sekadar kebanggaan personal, melainkan bukti nyata bahwa kualitas peternakan lokal Bandung Barat mampu berbicara banyak di level nasional.

"Alhamdulillah langsung lolos. Saya bangga dan ini jadi motivasi juga bagi peternak lain bahwa kualitas peternakan Bandung Barat bisa bersaing secara nasional," tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya