Berita

Ilustrasi Musim Kemarau (Sumber: Freepik)

Nusantara

Siap-siap Hadapi Cuaca Panas, Ini Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 dari BMKG

RABU, 20 MEI 2026 | 16:51 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Musim kemarau tahun 2026 diprediksi datang lebih awal, membawa hawa panas yang mulai terasa menyengat belakangan ini.

Berdasarkan analisis mendalam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memetakan sebaran serta linimasa datangnya puncak musim kemarau di seluruh penjuru Nusantara.

Memasuki bulan Mei 2026, data menunjukkan sebanyak 184 Zona Musim atau sekitar 26,3 persen wilayah Indonesia telah memasuki kemarau.


Ekspansi cuaca kering ini akan merambat lebih luas pada bulan Juni dengan tambahan 163 Zona Musim. Fase awal dari puncak kemarau itu sendiri diproyeksikan mulai melanda pada bulan Juli 2026, mencakup 12,6 persen wilayah.

Namun, gelombang panas sesungguhnya baru akan terasa secara serentak pada bulan Agustus 2026. Pada periode puncak ini, 429 Zona Musim yang mewakili 61,4 persen wilayah Indonesia akan mengalami titik terpanasnya.

Kawasan yang diprediksi paling terdampak meliputi sebagian besar Pulau Jawa termasuk Jakarta, wilayah tengah dan selatan Sumatera, hingga hamparan luas di Kalimantan dan Sulawesi.

Tren suhu tinggi ini diprediksi masih akan berlanjut hingga September untuk sejumlah wilayah lainnya.

Menghadapi potensi kekeringan dan ancaman kebakaran lahan, BMKG terus mempertajam pemantauan. Sistem peringatan dini cuaca dan layanan iklim kini didorong hingga menyentuh skala desa.

Selain itu, skenario Operasi Modifikasi Cuaca telah disiagakan secara terukur untuk dieksekusi kapan pun kondisi lapangan menuntut intervensi.

Meski ancaman kemarau panjang sudah di depan mata, dinamika atmosfer tetap memunculkan anomali. Sepanjang pertengahan hingga akhir Mei 2026, beberapa kawasan nyatanya masih berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk terus memantau pembaruan data iklim agar tetap sigap menghadapi segala kemungkinan perubahan cuaca yang dinamis di lapangan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya