Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden)
Langkah Presiden Prabowo Subianto yang ingin membangun gudang pendingin (cold storage) dalam program Kampung Nelayan disambut positif Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah nyata pemerintah mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia.
“Kami menyambut baik instruksi Presiden Prabowo untuk membangun cold storage bagi nelayan. Ini merupakan bagian dari program pemerintah yang harus mendapat dukungan bersama. Kami menilai, ini adalah bukti keberpihakan Presiden kepada nelayan Indonesia. Kami berharap program ini segera dijalankan di seluruh pelosok Indonesia," ujar Usman Husin di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Namun, Usman mengingatkan agar proyek strategis ini dikawal ketat dari hulu ke hilir. Ia menegaskan perluasan fasilitas ini harus berjalan transparan demi menghindari adanya celah korupsi atau salah sasaran.
Usman memaparkan, masalah klasik nelayan domestik hingga kini adalah anjloknya kualitas dan harga jual ikan akibat ketiadaan alat pengawetan yang memadai setelah melaut. Fasilitas pendingin yang merata diklaim mampu memutus rantai kerugian tersebut sekaligus meningkatkan posisi tawar nelayan di hadapan para tengkulak.
“Bayangkan saja, para nelayan sudah melaut dengan susah payah untuk mendapatkan ikan, tetapi hasil tangkapannya tidak bisa bertahan lama karena tidak memiliki ruang pendingin yang memadai. Padahal, jika tersedia fasilitas pendingin yang baik, hasil tangkapan ikan dapat disimpan lebih lama, kualitasnya tetap terjaga, dan nilai ekonominya juga meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan nelayan,” bebernya.
Merujuk pada data nasional, sektor swasta saat ini masih mendominasi kepemilikan cold storage dengan 1.882 unit (kapasitas 795.653 ton). Angka tersebut timpang jauh dengan milik pemerintah pusat dan daerah yang hanya tersedia 228 unit dengan kapasitas mini sebesar 18.313 ton.
“Jumlah cold storage yang ada saat ini tentu perlu terus ditingkatkan dan diperluas. Indonesia adalah negara maritim dengan kekayaan sumber daya laut yang sangat besar. Potensi luar biasa ini harus dikelola secara maksimal agar benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan nelayan dan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.