Pakar Hukum Tata Negara, Fahri Bachmid (Foto: RMOL)
Pakar Hukum Tata Negara, Fahri Bachmid (Foto: RMOL)
Surat edaran yang ditandatangani Jampidsus Febrie Adriansyah itu dinilai masih membuka ruang bagi lembaga selain Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung kerugian negara. Padahal, Putusan MK Nomor 28/PUU-XXIV/2026 sebelumnya disebut telah mempertegas kewenangan tersebut.
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia, Fahri Bachmid, menilai surat edaran tersebut tidak dapat ditempatkan sebagai produk hukum yang memiliki kekuatan mengikat untuk menafsirkan putusan MK.
Populer
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09
Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30
Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59
UPDATE
Rabu, 20 Mei 2026 | 02:15
Rabu, 20 Mei 2026 | 02:01
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:55
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:18
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:16
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:00
Rabu, 20 Mei 2026 | 00:30
Rabu, 20 Mei 2026 | 00:11
Rabu, 20 Mei 2026 | 00:02