Berita

Ilustrasi Rupiah (Foto: RMOL/Reni Erina)

Politik

Rupiah Terus Melemah, DPR Desak BI Perjelas Strategi Stabilisasi

SELASA, 19 MEI 2026 | 09:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi XI DPR RI mendesak Bank Indonesia (BI) memberikan penjelasan yang lebih komprehensif terkait pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus memastikan langkah-langkah stabilisasi berjalan efektif dan terukur.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hanif Dhakiri, menyoroti pelemahan Rupiah yang telah menyentuh kisaran Rp17.713 per Dolar AS. Menurutnya, kondisi tersebut wajar memunculkan pertanyaan publik, baik terkait faktor eksternal maupun persepsi pasar terhadap fundamental ekonomi domestik.

“Ini pertanyaan sederhana dari sudut pandang publik. Ketika Rupiah melemah hingga kisaran Rp17.713 per Dolar AS, tentu masyarakat ingin memahami apa faktor dominannya. Apakah tekanan ini terutama dipicu gejolak global, penguatan Dolar AS, atau ada sinyal tertentu yang sedang dibaca pasar terhadap kondisi ekonomi domestik kita,” ujar Hanif dalam keterangannya, Selasa, 19 Mei 2026.


Menurut Hanif, keterbukaan komunikasi dari otoritas moneter sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan pasar.

Karena itu, ia meminta BI menjelaskan secara lebih rinci strategi stabilisasi yang tengah ditempuh, termasuk efektivitas instrumen intervensi yang digunakan.

“Kita perlu mendapatkan gambaran yang jelas mengenai langkah stabilisasi yang sedang ditempuh, bagaimana efektivitasnya, dan sejauh mana instrumen yang digunakan mampu meredam tekanan yang ada. Ini penting agar publik memahami bahwa respons kebijakan berjalan secara terukur dan kredibel,” tegasnya.

Hanif juga menyoroti pernyataan BI yang menyebut stabilitas nilai tukar masih terjaga. Menurutnya, istilah tersebut perlu dijelaskan secara lebih konkret agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi di tengah masyarakat.

“Ketika BI menyampaikan bahwa stabilitas tetap terjaga, publik tentu perlu memahami parameter yang digunakan. Apakah yang dimaksud stabil adalah volatilitas yang masih terkendali meskipun level kurs mengalami penyesuaian? Penjelasan ini penting agar komunikasi kebijakan lebih mudah dipahami masyarakat,” ujar legislator PKB tersebut.

Lebih lanjut, Hanif meminta BI memaparkan posisi volatilitas Rupiah dibandingkan negara-negara selevel (peer countries), termasuk pendekatan kebijakan yang digunakan dalam merespons tekanan nilai tukar.

“Kalau ukuran stabilitas adalah volatilitas, maka menarik untuk melihat bagaimana posisi Rupiah dibandingkan negara peers. Dengan begitu, publik bisa mendapatkan konteks yang lebih utuh mengenai kondisi kita saat ini dan respons kebijakan yang diambil,” katanya.

Selain itu, Hanif menegaskan pentingnya sinergi kebijakan antara otoritas moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah tingginya ketidakpastian global.

“Kita ingin memastikan koordinasi kebijakan berjalan solid. Stabilitas ekonomi tidak hanya menjadi tanggung jawab otoritas moneter, tetapi membutuhkan sinergi yang kuat dengan kebijakan fiskal dan langkah-langkah lain untuk menjaga kepercayaan pasar serta daya tahan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya