Berita

Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, 16 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres)

Politik

Pernyataan Prabowo soal Dolar Upaya Menenangkan Masyarakat

SENIN, 18 MEI 2026 | 19:45 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Ketua Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun meminta publik tidak membaca terlalu harfiah pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal masyarakat desa yang disebutnya tidak menggunakan Dolar di tengah pelemahan Rupiah yang terus berlanjut.

Menurut Misbakhun, ucapan Presiden bukan dimaksudkan untuk menyepelekan dampak kenaikan Dolar terhadap masyarakat, melainkan sebagai upaya menjaga ketenangan publik agar tidak terjebak kepanikan.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Presiden itu adalah upaya untuk menenangkan masyarakat. Jangan dibaca terlalu eksplisit,” kata Misbakhun di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.


Ia menilai pesan Presiden harus dipahami dalam konteks menjaga stabilitas psikologis masyarakat di tengah situasi ekonomi yang sedang tertekan.

“Tujuannya mau menenangkan untuk menjaga stabilitas, ketenangan psikologis masyarakat,” ujarnya.

Misbakhun menegaskan, Presiden memahami bahwa pelemahan Dolar tetap berdampak terhadap masyarakat, termasuk lewat harga barang impor dan kebutuhan pokok.

“Pak Presiden tahu bahwa dampak Dolar itu dirasakan oleh semua masyarakat,” jelasnya.

Namun, ia menilai pernyataan Presiden jangan langsung dibenturkan dengan penjelasan teknis ekonomi secara kaku. Sebab, menurutnya, pesan tersebut lebih merupakan komunikasi seorang kepala negara kepada rakyatnya agar tetap tenang menghadapi situasi.

“Presiden menenangkan rakyatnya itu hal yang sangat wajar. Presiden menyejukkan hati rakyatnya, itu tugasnya Presiden,” ucap Misbakhun.

Untuk diketahui, pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.600 pada Jumat, 15 Mei 2026 mulai memunculkan kekhawatiran terhadap kenaikan harga barang dan daya beli masyarakat.

Namun, Prabowo menilai kondisi ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik bahkan relatif stabil, terutama pada sektor pangan dan energi.

"Rupiah begini, Rupiah begini, apa? Eh, Dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai Dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke," ujar Prabowo.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya