Berita

Ilustrasi Rupiah (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Kredit Investasi Moncer, Perbankan Nasional Dinilai Tetap Sehat

SENIN, 18 MEI 2026 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gelombang tekanan global mulai dari perang dagang, konflik Rusia-Ukraina, hingga ketegangan di Timur Tengah dinilai memberi dampak besar terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. 

Namun di tengah situasi tersebut, sektor perbankan nasional dinilai masih mampu menjaga daya tahan ekonomi domestik.

Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, Doddy Zelverdi mengatakan, tekanan global memengaruhi Indonesia melalui berbagai jalur, baik keuangan maupun perdagangan.


Menurutnya, tekanan itu terlihat dari potensi berkurangnya likuiditas valuta asing, menurunnya minat investor terhadap instrumen rupiah, hingga meningkatnya biaya impor dan terganggunya arus perdagangan internasional.

“Belum lagi faktor confidence pasar yang ikut memengaruhi kondisi ekonomi,” ujar Doddy, dalam sebuah podcast di televisi swasta baru-baru ini, dikutip redaksi di Jakarta, Senin 18 Mei 2026.

Meski begitu, Doddy menilai ekonomi Indonesia sejauh ini masih cukup resilien. Sejumlah indikator ekonomi dinilai tetap menunjukkan kondisi positif, termasuk pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 yang lebih baik dibanding periode sebelumnya.

Ia menilai langkah mitigasi pemerintah cukup efektif dalam meredam dampak risiko global. Konsumsi masyarakat disebut masih kuat, sementara investasi juga tetap tumbuh.

Dari sisi perbankan, fungsi intermediasi dinilai masih berjalan baik. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap tinggi, terutama pada segmen kredit investasi.

“Pertumbuhan tertinggi justru terjadi pada kredit investasi. Ini menunjukkan sektor perbankan masih mendukung momentum pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Selain kredit, pertumbuhan simpanan masyarakat juga masih berada di level kuat dengan kenaikan dua digit di atas 13 persen.

Doddy menegaskan, kondisi fundamental perbankan nasional saat ini masih sangat solid. Rasio likuiditas disebut berada jauh di atas ambang batas kewaspadaan, sementara tingkat solvabilitas dan permodalan bank juga tetap kuat.

Meski kredit konsumsi dan modal kerja tumbuh lebih rendah dibanding kredit investasi, secara keseluruhan pertumbuhan kredit masih berada dalam tren positif dan menuju kisaran 10 persen.

Dengan kondisi tersebut, LPS menilai sistem perbankan Indonesia masih cukup suportif dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tingginya ketidakpastian global.

“Yang terpenting sekarang adalah menjaga kondisi ini tetap stabil sambil berharap tekanan global segera mereda,” pungkas Doddy.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya