Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Dunia

Populasi Muslim di Polandia Meningkat

Jejak Islam Mengakar dsejak Abad ke-14
SENIN, 18 MEI 2026 | 05:08 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kehadiran komunitas Muslim di Polandia kini semakin terlihat di ruang publik, terutama di kota-kota besar, seiring meningkatnya jumlah migran yang datang untuk bekerja. 

Meski masih menjadi kelompok minoritas, Islam di negara Eropa Timur tersebut ternyata telah hadir sejak abad ke-14.

Dikutip MUI Digital dari Polskie Radio, peneliti Universitas Warsawa, Dr Agata Nalborczyk, memperkirakan jumlah Muslim yang kini menetap di Polandia berada pada kisaran 40 ribu hingga 76 ribu orang. 


Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 0,1 hingga 0,2 persen dari total populasi Polandia.

Profesor di Fakultas Studi Asia dan Afrika Universitas Warsawa tersebut, menjelaskan bahwa keberadaan Muslim di Polandia kini semakin mudah ditemui.

Sebab banyak di antara mereka bekerja di sektor jasa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti pengemudi taksi dan pengantar makanan di kota-kota besar.

Meski demikian, dia menilai komunitas Muslim di Polandia belum sepenuhnya dapat dikategorikan sebagai komunitas yang mapan.

“Mereka baru bisa disebut komunitas yang menetap jika memutuskan untuk tinggal dan membawa keluarganya,” ujarnya.

Nalborczyk juga mengatakan bahwa Polandia selama ini lebih banyak menjadi negara transit bagi para migran yang ingin melanjutkan perjalanan ke negara-negara Eropa Barat. 

Menurut Nalborczyk, belum dapat dipastikan apakah Polandia cukup menarik bagi para migran untuk menetap dalam jangka panjang, terutama dengan tingkat upah yang relatif moderat dibanding negara-negara Eropa Barat lainnya.

Kehadiran Islam di Polandia sebenarnya bukan fenomena baru. Jauh sebelum gelombang migrasi tenaga kerja modern, Muslim telah hadir di wilayah tersebut sejak abad ke-14.

Pada masa itu, Pangeran Lituania Vytautas mendatangkan kaum Tatar sebagai pasukan bayaran untuk menghadapi Ksatria Teutonik.

Sebagai imbalan atas pengabdian militer mereka, para penguasa setelahnya memberikan tanah dan kebebasan beragama, termasuk hak untuk mendirikan masjid.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya