Berita

Ketua Umum Relawan Jarnas for Prabowo-Gibran, Nasarudin. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Relawan: Maksud Prabowo Soal Warga Desa Tak Pakai Dolar Baik

MINGGU, 17 MEI 2026 | 22:12 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pernyataan Presiden Prabowo soal nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) harus dipahami secara utuh agar tidak dipelintir untuk kepentingan politik maupun membangun kebencian.

“Yang dimaksud Presiden Prabowo adalah masyarakat di desa tidak perlu khawatir berlebihan meskipun nilai tukar Dolar naik hingga menyentuh angka Rp17.600," kata Ketua Umum Relawan Jarnas for Prabowo-Gibran, Nasarudin dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 17 Mei 2026.

Alasannya, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang meringankan masyarakat. Mulai dari kebijakan subsidi sampai mempertahankan harga BBM tetap terjangkau sehingga tidak membebani masyarakat secara langsung.


Di tengah tekanan ekonomi global saat ini, ia menyebut hampir seluruh negara juga mengalami dampak penguatan Dolar AS, sehingga kondisi tersebut bukan hanya dialami Indonesia.

"Presiden Prabowo tetap fokus agar bagaimana masyarakat kecil jangan sampai terkena dampak langsung. Ini yang harus dipahami masyarakat,” katanya.

Nasarudin menambahkan, pemerintah hingga saat ini juga masih mampu menjaga stabilitas sejumlah kebutuhan pokok yang sangat dipengaruhi nilai impor dan Dolar AS.

"Presiden Prabowo tetap bertahan agar tidak terjadi kenaikan harga di masyarakat. Ini menunjukkan pemerintah benar-benar berusaha menjaga daya beli rakyat,” lanjutnya.

Menurut Nasarudin, dibandingkan banyak negara lain, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih relatif stabil dan terkendali.

Karena itu, Nasarudin menilai sangat disayangkan apabila ada pihak-pihak yang lebih mengedepankan sentimen kebencian terhadap Presiden Prabowo dibanding memahami substansi dan maksud dari pernyataannya.

“Makanya kami menyayangkan ada orang-orang yang lebih memilih membangun kebencian terhadap Presiden Prabowo daripada mencoba memahami maksud beliau secara utuh. Padahal yang ingin disampaikan Presiden adalah upaya menenangkan rakyat agar tidak panik menghadapi situasi global saat ini,” pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya