Berita

Ilustrasi Dampak Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS (Sumber: Gemini Generated Image)

Bisnis

4 Dampak Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Menurut Akademisi UGM

MINGGU, 17 MEI 2026 | 15:28 WIB | OLEH: TIFANI

Nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Minggu siang (17/5/2026). Pelemahan ini kembali menempatkan mata uang Indonesia dalam tekanan, seiring meningkatnya permintaan dolar AS di pasar global serta ketidakpastian ekonomi yang belum mereda.

Pelemahan rupiah yang terus berlanjut membawa dampak berantai, mulai dari kenaikan harga barang impor, tekanan terhadap biaya produksi, hingga potensi lonjakan inflasi di dalam negeri. Akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Rijadh Djatu Winardi, menyebut kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok. 

Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya harga bahan baku impor dalam rupiah. Mengutip laman resmi UGM pada Minggu (17/5/2026), Rijadh menjelaskan bahwa ketergantungan perusahaan terhadap bahan baku impor membuat pelaku usaha pada akhirnya harus menyesuaikan harga jual dalam beberapa bulan ke depan. 


Berikut sejumlah dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS:

1. Biaya Transportasi dan Kesehatan Naik

Dampak pelemahan rupiah tidak hanya terasa pada harga kebutuhan pokok. Kenaikan harga bahan bakar dan obat-obatan impor juga berpotensi mendorong biaya transportasi dan layanan kesehatan.

“Masyarakat akan mulai merasakan dampaknya dalam bentuk harga kebutuhan pokok yang meningkat, biaya transportasi yang naik, hingga harga produk kesehatan yang ikut terdampak,” ujar Rijadh.

2. Beban Subsidi dan Utang Meningkat

Ketergantungan pada impor turut meningkatkan beban subsidi energi saat nilai tukar melemah. Selain itu, nilai pembayaran pokok dan bunga utang luar negeri dalam rupiah ikut membesar, meskipun nilainya tetap dalam denominasi dolar AS.

3. Pembiayaan Sektor Tertekan

Kenaikan beban subsidi dan utang berpotensi membatasi ruang fiskal pemerintah. Akibatnya, alokasi pembiayaan untuk sektor penting lain, seperti pendidikan dan pembangunan, bisa ikut terdampak.

4. Daya Beli Masyarakat Menurun

Kenaikan harga barang yang tidak diimbangi peningkatan pendapatan membuat daya beli masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah, semakin tertekan. Banyak rumah tangga mulai mengurangi konsumsi atau beralih ke produk yang lebih terjangkau.

5. Ancaman Terhadap UMKM

Dampak pelemahan rupiah juga dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Biaya produksi meningkat akibat bahan baku impor yang lebih mahal, sementara pelaku usaha dengan pinjaman dolar menghadapi beban cicilan yang membengkak. 

Di sisi lain, penurunan daya beli masyarakat dan melemahnya minat investor turut menekan omzet serta akses pendanaan UMKM.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya