Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

MBG Dongkrak Ekonomi Desa, Uang Beredar Tembus Rp10,8 Miliar

MINGGU, 17 MEI 2026 | 09:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar agenda pemenuhan gizi nasional, melainkan instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi desa secara masif.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Sabtu, 16 Mei 2026.

Dalam penjelasannya, Presiden memaparkan simulasi ekonomi sederhana. Jika terdapat 3.000 penerima manfaat di satu desa dengan nilai makanan Rp15 ribu per porsi, maka uang yang beredar setiap hari mencapai Rp45 juta. 


“Rp15.000 kali 3.000, Rp45 juta tiap hari,” kata dia.

Menurut Prabowo, bila angka tersebut dikalkulasikan selama 20 hari dalam sebulan, maka perputaran uang menyentuh Rp900 juta per bulan atau sekitar Rp10,8 miliar per tahun. 

“Sebelum ada MBG, kita kirim Rp1 miliar dana desa. Dengan MBG, kita tambah sekitar Rp10 miliar,” ungkapnya.

Kepala Negara menegaskan, dampak ekonomi tersebut akan langsung menghidupkan ekosistem produksi lokal karena kebutuhan pangan dipenuhi dari desa itu sendiri, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha mikro. 

“Di satu desa ada Rp10,8 miliar yang beredar. Artinya, peternak lele bisa menjual hasilnya, petani bawang merah bisa terjual, pembuat tempe mendapat pembeli, penjual telur juga hidup. Semua produsen di desa itu bergerak,” ujarnya.

Selain memperkuat daya beli masyarakat, Prabowo menilai MBG juga mampu memangkas rantai distribusi dan biaya logistik karena pasar tercipta langsung di wilayah desa. 

“Dan kita bisa memangkas biaya logistik. Tidak perlu jauh-jauh ke pasar, karena pasarnya ada di desa sendiri. Ini adalah dampak dari MBG. Sekian ratus triliun akan beredar di desa-desa, kelurahan, kabupaten, ratusan triliun,” kata Prabowo.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya