Berita

Presiden RI, Prabowo Subianto. (Foto: Kemenkop)

Politik

Prabowonomics Dirancang untuk Bangun Ekonomi Berkeadilan

MINGGU, 17 MEI 2026 | 09:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menilai kritik majalah The Economist terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan cara pandang lama neoliberalisme Barat terhadap Indonesia.

Dalam dua artikel terbarunya, The Economist menilai Indonesia sedang berada di jalur berisiko karena memperkuat intervensi negara, memperbesar program sosial, dan mengonsolidasikan kekuatan politik di bawah pemerintahan Prabowo.

Namun menurut Fahri, kritik tersebut justru menunjukkan kegagalan memahami kebutuhan Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle-income trap.


“The Economist sedang melihat Indonesia menggunakan kacamata usang cetak biru Konsensus Washington,” kata Fahri dalam keterangannya di akun X, Minggu, 17 Mei 2026.

Fahri menegaskan, kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo bukan untuk merusak ekonomi, melainkan membangun ulang struktur ekonomi nasional agar lebih adil dan berdaulat.

"Prabonomomics hadir bukan untuk merusak ekonomi, melainkan sebagai tesis tandingan (counter-thesis) yang berani untuk menata ulang struktur ekonomi nasional demi keadilan sosial," tegasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu menilai model pasar bebas selama puluhan tahun justru membuat Indonesia terjebak sebagai eksportir bahan mentah tanpa nilai tambah maksimal.

Karena itu, Fahri menyebut langkah hilirisasi dan penguatan peran negara menjadi pilihan strategis untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Menurutnya, program-program seperti Makan Bergizi Gratis hingga perumahan rakyat juga tidak bisa dilihat semata sebagai beban fiskal, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Investasi Manusia (SDM) Bukan Pemborosan Fiskal,” katanya.

Fahri juga membela pembentukan Danantara yang kerap dikritik sebagai bentuk etatisme. Ia menyebut konsolidasi aset negara diperlukan agar Indonesia memiliki kekuatan menghadapi korporasi global.

“Tujuannya adalah mengonsolidasikan aset-aset strategis nasional agar memiliki posisi tawar raksasa, mampu mendanai proyek strategis secara mandiri, dan melepaskan ketergantungan kronis pada utang luar negeri,” jelasnya.

Selain ekonomi, Fahri menilai stabilitas politik juga menjadi syarat penting agar Indonesia mampu melompat menjadi negara maju.

“Konsolidasi politik bukan membunuh demokrasi, melainkan menciptakan persatuan nasional agar kebijakan bisa dieksekusi cepat dan konsisten,” tandasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya