Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama Perdana Menteri Republik Belarus, Alexander Turchin di Minsk, Belarus, Jumat, 15 Mei 2026. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

Dunia

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

JUMAT, 15 MEI 2026 | 20:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Langkah taktis memperkuat cengkeraman ekonomi di kawasan Eurasia Timur terus digencarkan Pemerintah Indonesia.

Hal ini diwujudkan dengan pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perdana Menteri Republik Belarus, Alexander Turchin di Minsk, Jumat, 15 Mei 2026.

Lawatan ini menjadi momentum krusial di sela rangkaian agenda ke-8 Sidang Komisi Bersama (SKB) RI–Belarus untuk menggenjot kerja sama sektor energi, pangan, dan konektivitas.


Bagi Indonesia, Belarus bukan sekadar mitra biasa, melainkan pintu masuk strategis menuju pasar Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga menyambut hangat rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko ke Indonesia yang dijadwalkan pada awal Juli 2026 mendatang.

Saat ini, persiapan matang tengah dikebut kedua belah pihak, termasuk penyelesaian roadmap kerja sama bilateral dan kesiapan menyambut delegasi bisnis raksasa dari Belarus.

“Indonesia siap menyambut kunjungan delegasi bisnis Belarus ke Indonesia pada rangkaian kunjungan Presiden Belarus,” ujar Airlangga.  

Posisi Belarus dinilai sangat signifikan dalam mendukung agenda industrialisasi serta diversifikasi pasar Indonesia. Negara ini memiliki basis manufaktur yang kokoh, di mana kontribusi sektor tersebut menyumbang hingga 20,3 persen terhadap PDB nasional mereka pada 2024.

Keunggulan mutakhir Belarus di bidang agro-industri dan mekanisasi pertanian yang sukses membawa negara itu meraih tingkat swasembada pangan hingga 96 persen dibidik Indonesia untuk mempercepat modernisasi sektor agraris dalam negeri demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Merespons komitmen Indonesia, Perdana Menteri Belarus, Alexander Turchin, menegaskan kesiapan negaranya untuk terus memperkuat kemitraan ekonomi. Turchin bahkan menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Minsk, sebuah langkah diplomatik yang diyakini bakal memangkas birokrasi dan memperlancar hubungan dagang kedua negara secara langsung.

Selain urusan logistik dan pertanian, kedua pemimpin tersebut mengupas tuntas implementasi Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang telah resmi ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg.

Indonesia meyakini, berjalannya perjanjian perdagangan bebas ini menjadi bukti komitmen bersama untuk mendorong kemitraan dagang yang terbuka, inklusif, serta saling menguntungkan di masa depan.

Dalam pertemuan strategis di Minsk ini, Menko Airlangga turut didampingi Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Tavares, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya