Berita

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. (Foto: RMOL)

Politik

Tancap Gas, Menteri LH Siapkan Langkah Pencegahan Karhutla

JUMAT, 15 MEI 2026 | 18:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memastikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan di Sumatera dan Kalimantan.

Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, merespons dugaan keterlibatan korporasi dalam pembukaan lahan yang kerap dikaitkan dengan kebakaran hutan tahunan di Indonesia.

“Dalam waktu dua minggu dari sekarang, saya akan berkunjung ke tiga tempat di, dua tempat di Sumatera, di Riau dan Sumatera Selatan, dan satu lagi di Kalimantan, di spot-spot yang memang potensial untuk terjadi kebakaran,” ujar Jumhur kepada RMOL, Jumat, 15 Mei 2026. 


Menurut Jumhur, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya memastikan langkah pencegahan dilakukan secara maksimal sebelum karhutla terjadi.

“Sebelum saya berkunjung justru saya sudah memerintahkan semua kekuatan di pemerintahan maupun yang non-pemerintahan untuk gotong-royong memastikan pencegahan itu,” katanya.

Jumhur menjelaskan sejumlah langkah yang disiapkan di antaranya pembangunan sodetan aliran air, embung, hingga danau-danau kecil untuk menjaga lahan gambut tetap basah.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan modifikasi cuaca agar hujan dapat turun di kawasan rawan kebakaran dan airnya bisa tertampung.

“Karena gambut itu tidak bisa sekedar dimatikan di spot gitu, dia harus digenangi air. Nah karena itu nggak boleh sampai kering,” jelasnya.

Terkait dugaan korporasi yang sengaja membakar lahan, Jumhur menegaskan pemerintah memiliki mekanisme pengawasan untuk menelusuri pihak yang diduga terlibat.

“Nanti kita ketahuan kok, yang kita sudah ada aturan yang setelah itu terbakar nggak boleh diapa-apain dalam sekian tahun. Nah kalau dia tiba-tiba jadi kebon, berarti dia pelakunya,” pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya