Berita

Ilustrasi PLTS. (Dok PLN)

Bisnis

PLN Ekspansi ke Bangladesh, Incar Proyek PLTS 495 MW

JUMAT, 15 MEI 2026 | 18:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PLN Indonesia Power mulai menjajaki ekspansi bisnis energi terbarukan ke pasar internasional melalui proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Bangladesh dengan potensi kapasitas mencapai 495 MW.

Langkah tersebut dilakukan lewat penandatanganan nota kesepahaman dengan perusahaan asal Bangladesh, Bay Group, terkait rencana pengembangan PLTS yang dibuka Bangladesh Power Development Board (BPDB) di 10 lokasi.

Melalui kerja sama itu, PLN Indonesia Power berpeluang mengikuti proses tender proyek PLTS di Bangladesh. Dalam pelaksanaannya, Bay Group menunjuk anak usahanya, Copenhagen Urban Solar Parks BD LTD (CUSP), sebagai mitra pengembangan.


Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta dan Managing Director Bay Group sekaligus Chairman CUSP, Ziaur Rahman.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan proyek tersebut menjadi langkah awal perseroan memperluas bisnis di Bangladesh sekaligus memperkuat posisi di pasar global.

"Kami menegaskan kerja sama ini sebagai langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar global," ujar Bernadus dalam keterangan tertulis, Jumat 15 Mei 2026.

Ia menambahkan proyek tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis energi baru terbarukan di luar negeri.

Sementara itu, Ziaur menilai PLN Indonesia Power memiliki pengalaman dan kapabilitas kuat di sektor pembangkitan listrik sehingga diharapkan mampu mendukung pengembangan energi surya di Bangladesh.

"Kami melihat PLN Indonesia Power sebagai mitra yang memiliki pengalaman dan kapabilitas kuat di sektor pembangkitan. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan energi surya di Bangladesh secara berkelanjutan," ujar Ziaur.

Kerja sama itu disebut membuka peluang bagi PLN Indonesia Power memperluas portofolio bisnis energi terbarukan sekaligus menembus pasar internasional.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya