Berita

Pedagang di pasar tradisional. (RMOL/Alifia)

Bisnis

Rupiah Kian Tertekan, Ekonomi Domestik Dibayangi Lonjakan Harga

JUMAT, 15 MEI 2026 | 14:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah yang menembus Rp17.600 per Dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi memberi tekanan lebih besar terhadap ekonomi domestik.

Pada perdagangan Jumat pagi, 15 Mei 2026, Rupiah sempat berada di level Rp17.614 per Dolar AS atau melemah 84 poin dibanding penutupan sebelumnya.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai dampak paling cepat dari pelemahan Rupiah akan terasa pada kenaikan harga barang, mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada produk dan bahan baku impor.


“Dampaknya adalah kenaikan harga-harga, karena kita masih sangat bergantung pada impor,” kata Lukman kepada RMOL.

Ia juga mengingatkan bahwa depresiasi Rupiah dapat memengaruhi psikologi pasar. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memperburuk sentimen konsumen maupun investor terhadap ekonomi Indonesia.

“Pelemahan juga bisa semakin menurunkan sentimen konsumen dan investor,” ujarnya.

Menurut Lukman, tekanan terhadap Rupiah dipicu penguatan Dolar AS yang didorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, Federal Reserve.

Selain itu, optimisme investor terhadap pertemuan Presiden China, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump turut memperkuat indeks Dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

Menurutnya, pasar mulai melihat peluang membaiknya hubungan AS dan China meski kedua pemimpin belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil pembicaraan tersebut.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap Dolar AS seiring penguatan indeks Dolar di tengah optimisme investor terhadap pertemuan Xi dan Trump, meskipun pertemuan masih berlangsung dan belum ada pernyataan resmi terkait hasil pertemuan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Xi Jinping menegaskan kepada Trump bahwa hubungan AS dan China seharusnya dibangun sebagai kemitraan, bukan persaingan.

Xi menilai kedua negara memiliki kepentingan bersama yang lebih besar dibanding perbedaannya. Ia juga menyebut keberhasilan satu negara dapat menjadi peluang bagi negara lainnya.

“Kita harus saling membantu untuk meraih keberhasilan, kemakmuran bersama, dan menemukan jalan yang tepat bagi negara-negara besar untuk menjalin hubungan di era baru ini,” ujar Xi dalam pertemuan di Beijing, Kamis, 14 Mei 2026.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya