Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham Honda Melonjak setelah Sempat Catat Kerugian Rp45,9 Triliun

JUMAT, 15 MEI 2026 | 14:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Honda Motor melonjak lebih dari 7 persen pada perdagangan Jumat, 15 Mei 2026, setelah produsen mobil asal Jepang itu membukukan kerugian operasional tahunan pertama dalam hampir 70 tahun. 

Sebelumnya, Honda mencatat kerugian operasional sebesar 414,3 miliar Yen atau sekitar Rp45,9 triliun untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Angka tersebut berbanding terbalik dengan laba operasional sebesar 1,2 Triliun yen yang dibukukan pada tahun sebelumnya. 

Penurunan kinerja ini dipicu oleh melemahnya bisnis kendaraan listrik (EV), besarnya investasi pengembangan EV, persaingan ketat dari produsen otomotif China, serta dampak tarif Amerika Serikat yang mencapai 346,9 miliar Yen.
Dalam laporan keuangannya, Honda mengakui kondisi bisnis saat ini penuh tantangan dan ketidakpastian.

Dalam laporan keuangannya, Honda mengakui kondisi bisnis saat ini penuh tantangan dan ketidakpastian.

“Lingkungan bisnis di sekitar perusahaan telah berubah dengan cepat, dan prospeknya tetap tidak pasti,” tulis Honda dalam pernyataannya, dikutip dari CNBC International.

Sebagai bagian dari perubahan strategi, Honda memutuskan membatalkan sejumlah rencana peluncuran dan pengembangan kendaraan listrik di Amerika Utara. Restrukturisasi bisnis EV tersebut diperkirakan akan menelan biaya lebih dari 9 miliar Dolar AS.

Honda juga menyoroti semakin agresifnya produsen kendaraan listrik di China yang membuat persaingan pasar makin ketat. Dalam kondisi tersebut, perusahaan memilih merevisi beberapa rencana peluncuran model EV agar lebih sesuai dengan kondisi pasar saat ini.

Di tengah tekanan industri otomotif global, Honda juga menghadapi tantangan dari cepatnya pertumbuhan produsen EV China. Peneliti dari German Council on Foreign Relations, Aya Adachi, menilai Jepang mulai tertinggal dalam transisi kendaraan listrik berbasis baterai.

“Meskipun memelopori teknologi hybrid, lambatnya transisi Jepang ke kendaraan listrik berbasis baterai membuat posisinya melemah di pasar kendaraan energi baru China,” ujar Adachi.

Selain persaingan pasar, Honda juga sempat diterpa masalah reputasi akibat isu mesin dan penarikan kendaraan. Pada Maret lalu, mesin Honda yang digunakan oleh Aston Martin dilaporkan menyebabkan kegagalan baterai. 

Sebelumnya pada Januari, Honda juga digugat di Kanada terkait dugaan cacat mesin turbo 1,5 liter pada beberapa model kendaraan. Meski begitu, analis dari Citi dan Nomura masih mempertahankan rekomendasi beli untuk saham Honda.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya