Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)
Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)
Sebelumnya, Honda mencatat kerugian operasional sebesar 414,3 miliar Yen atau sekitar Rp45,9 triliun untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Angka tersebut berbanding terbalik dengan laba operasional sebesar 1,2 Triliun yen yang dibukukan pada tahun sebelumnya.
Penurunan kinerja ini dipicu oleh melemahnya bisnis kendaraan listrik (EV), besarnya investasi pengembangan EV, persaingan ketat dari produsen otomotif China, serta dampak tarif Amerika Serikat yang mencapai 346,9 miliar Yen.
Dalam laporan keuangannya, Honda mengakui kondisi bisnis saat ini penuh tantangan dan ketidakpastian.
Populer
Selasa, 15 September 2026 | 13:16
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Kamis, 10 September 2026 | 05:04
Sabtu, 12 September 2026 | 06:08
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
Minggu, 13 September 2026 | 17:39
Selasa, 15 September 2026 | 09:40
UPDATE
Jumat, 18 September 2026 | 18:26
Jumat, 18 September 2026 | 18:06
Jumat, 18 September 2026 | 18:04
Jumat, 18 September 2026 | 18:02
Jumat, 18 September 2026 | 17:57
Jumat, 18 September 2026 | 17:48
Jumat, 18 September 2026 | 17:48
Jumat, 18 September 2026 | 17:42
Jumat, 18 September 2026 | 17:41
Jumat, 18 September 2026 | 17:28