Berita

Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS. (Foto: artificial intelligence)

Bisnis

Waspada, Bulan Ini Rupiah Bisa Jebol ke Rp18 Ribu!

KAMIS, 14 MEI 2026 | 22:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah diperkirakan bisa menembus level Rp18.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) hingga akhir Mei 2026.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan Rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik, mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah hingga tingginya kebutuhan Dolar di dalam negeri.

“Rupiah di bulan Mei kemungkinan besar masih akan terus mengalami kelemahan. Ya level Rp17.550 dalam minggu ini kemungkinan besar akan tercapai. Ada kemungkinan besar Rupiah juga kembali melemah di level Rp18.000,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Mei 2026.


Ia menilai ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang membebani mata uang negara berkembang termasuk Rupiah.

Memudarnya peluang gencatan senjata antara Iran dan AS membuat blokade di jalur perdagangan energi dunia masih terus berlangsung.

“Sehingga transportasi LPG, gas alam maupun minyak mentah ini terhambat total, 20 persen terhambat total dan ini akan berdampak terhadap penguatan indeks Dolar dan menguatnya harga minyak mentah dunia,” katanya.

Ibrahim juga menyoroti konflik yang terus berlangsung antara Israel, Iran, dan Hezbollah di Lebanon Selatan yang dinilai memperbesar ketidakpastian global.

“Nah ini yang membuat ketegangan di Timur Tengah kemungkinan besar masih akan berlanjut sampai tahun 2027 apalagi di Selat Hormuz,” tuturnya.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak dunia dinilai menjadi ancaman serius bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor energi.

Ia menyebut harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) saat ini telah berada di kisaran 101 Dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN yang mematok harga minyak 70 Dolar AS dan kurs Rupiah Rp16.500 per Dolar AS.

“Indonesia 1,5 juta barel per hari yang melakukan impor dari luar,” katanya.

Menurut Ibrahim, kondisi tersebut membuat pemerintah membutuhkan dana subsidi energi yang jauh lebih besar, terutama karena mayoritas impor digunakan untuk BBM bersubsidi.

“Pada saat barang Dolarnya sedikit, permintaan banyak, ini yang membuat Rupiah mengalami kelemahan,” jelasnya.

Selain faktor energi, tekanan terhadap Rupiah juga datang dari kebutuhan Dolar yang meningkat pada musim pembagian dividen perusahaan kepada investor asing.

“Nah ini yang membuat Rupiah kemungkinan besar, di bulan Mei tahun 2026, Rupiah yang kemungkinan besar akan tembus di level Rp18.000,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya