Berita

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) diantisipasi serius. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Banyuasin Tetapkan Status Siaga Karhutla

Lima Daerah di Sumsel Waspada
KAMIS, 14 MEI 2026 | 19:42 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai diantisipasi serius. 

Sejumlah pemerintah daerah di wilayah rawan kebakaran mulai menaikkan status siaga, sementara Pemprov Sumsel menyiapkan langkah penanganan dari darat hingga udara.

Terbaru, Kabupaten Banyuasin resmi menetapkan status siaga karhutla mulai 13 Mei hingga 30 November 2026. 


Dengan penetapan tersebut, kini sudah lima daerah di Sumsel yang berstatus siaga menghadapi potensi karhutla tahun ini.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman mengatakan, Banyuasin menjadi daerah terbaru yang menetapkan status siaga setelah sebelumnya dilakukan oleh Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin (Muba).

“Jadi total sudah lima daerah di Sumsel yang siaga menghadapi musim kemarau tahun ini,” ujar Sudirman, dikutip dari RMOLSumsel, Kamis 14 Mei 2026.

Menurut dia, daerah-daerah tersebut merupakan wilayah yang hampir setiap tahun menghadapi ancaman karhutla, terutama kawasan dengan hamparan lahan gambut luas seperti OKI, Muba, dan Banyuasin.

“Pemprov Sumsel sebelumnya juga telah menetapkan status siaga karhutla di tingkat provinsi," kata Sudirman.

Tak hanya fokus pada penanganan darat, BPBD Sumsel juga mulai menyiapkan strategi pengendalian dari udara. Pemerintah telah mengusulkan bantuan armada helikopter kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“BNPB akan mengirimkan secara bertahap empat helikopter water bombing dan satu helikopter patroli. Jumlahnya bisa bertambah tergantung kondisi di lapangan,” kata Sudirman.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya