Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Janji Bangun 8.900 Rumah Dinas untuk Hakim di Seluruh Indonesia

KAMIS, 14 MEI 2026 | 16:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat fondasi lembaga peradilan nasional melalui kebijakan besar yang menyasar kesejahteraan hakim. 

Setelah menaikkan gaji hakim secara drastis, kepala negara kini berjanji membangun rumah dinas bagi sekitar 8.900 hakim di seluruh Indonesia.

"Jadi kita sekarang dan hakim itu kurang lebih ada sekitar 8.900 jadi saya kira mampu kita untuk memberi rumah jabatan yang layak," ujarnya di Kejaksaan Agung, Jakarta, seperti dikutip Kamis, 14 Mei 2026.


Prabowo mengaku merasakan kepuasan tersendiri setelah menerima laporan Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto mengenai pertemuan para Ketua MA se-ASEAN. 

Dalam forum tersebut, Indonesia disebut mencuri perhatian karena untuk pertama kalinya gaji hakim nasional melampaui Malaysia.

“Ketua MA ketemu saya dan beliau sampaikan ke saya beliau habis rapat ketua-ketua MA se-ASEAN, kemudian, ketua MA Malaysia sampaikan ke ketua MA Indonesia, disampaikan yang mulia. Saya salut sama indonesia pertama kali gaji hakim indonesia diatas gaji hakim malaysia,” ujar Prabowo.

Bahkan pada level paling bawah sekalipun, penghasilan hakim Indonesia kini jauh lebih tinggi dari Malaysia. 

“Gaji hakim paling junior indonesia, ceritanya ya yang paling junior sudah hampir dua kali gaji hakim paling junior malaysia," ungkapnya.

Kepala Negara turut mengungkap pesan lanjutan dari Ketua MA, bahwa pimpinan Mahkamah Agung Singapura juga menyampaikan selamat karena penghasilan Ketua MA Indonesia kini berada di atas koleganya di negeri tersebut.

“Pak, ketua MA Singapore juga sampaikan ke saya selamat yang mulia, penghasilan anda sekarang penghasilannya ketua MA Indonesia sudah di atas penghasilannya ketua MA Singapore disampaikan. Dalam hati oke juga kita nih ya,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, peningkatan drastis kesejahteraan hakim merupakan langkah fundamental untuk memperkuat benteng peradilan dari praktik korupsi dan suap.

“Karena saya percaya dan yakin masalah korupsi, masalah ketidakadilan itu harus diselesaikan di yudikatif, karena itu hakim-hakim kita harus kita hormati, harus dipilih dengan baik dan harus dikasih penghasilan yang cukup supaya hakim-hakim kita tidak bisa disogok,” tandasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya